Kisah Ardinal, Guru 8 Murid di Sekolah Terpencil di Agam

"Ardinal merupakan guru satu-satunya di SDN 22 Sipinang Agam sejak 5 tahun terakhir"
Ardinal, guru satu-satunya di SDN 22 Sipinang (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Menjadi tenaga pengajar di daerah terpencil bukanlah tugas yang mudah. Minim fasilitas dan sulitnya medan membuat pekerjaan ini menjadi berat, terlebih lagi tak ada teman untuk mengadu, maka kesulitan pun bertambah.

Hal ini dirasakan betul oleh Ardinal (52), pengajar satu-satunya yang mengabdi di SDN 22 Sipinang di Jorong Sipinang, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Agam-Sumbar.

BACA JUGA: Miris, SDN di Agam Ini Muridnya Tak Sampai Hitungan Jari

BACA JUGA: Zohri, Pemuda Tercepat Dunia dari Indonesia

Sekolahnya hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Berkendara dengan mobil, medannya cukup rumit dan sangat berbahaya bagi keselamatan..

Ardinal merupakan guru satu-satunya di sekolah itu sejak 5 tahun terakhir. Penduduk di sana banyak yang pindah sehingga pada tahun 2018 ia hanya memiliki 8 murid. Bisa dikatakan, Ardinal merupakan guru dengan jumlah murid paling sedikit.

BACA JUGA: SD di Agam Ini akan Digabung

Dalam sehari, sedikitnya ia menempuh jarak sejauh 40 kilometer bolak-balik dari rumahnya di Kecamatan Matur. Jika ia sakit atau cuaca buruk, aktifitas belajar-mengajar di SDN 22 yang berdiri sejak 1973-1975 itu terancam libur.

Jalan yang ditempuhnya sangat sulit, mulai dari rumahnya di Matur, hingga Palembayan, merupakan jalan raya dengan rute sempit dan ... Baca halaman selanjutnya