Sopir Truk Korban Penembakan Misterius di Jakarta Ternyata Pemain Bola

"Lelaki 36 tahun itu tewas diterjang peluru saat duduk di truk yang tengah berjalan, Senin (9/7) lalu"
ilustrasi (internet)

KLIKPOSITIF -- Seorang sopir truk, Marthen Lay Raga Melolo yang menjadi korban penembakan misterius di Jalan TB. Simatupang, Cilandak Timur, Jakarta Selatan ternyata pemain bola. Lelaki 36 tahun itu tewas diterjang peluru saat duduk di truk yang tengah berjalan, Senin (9/7) lalu.

Dilansir dari suara.com, jaringan Klikpositif, diduga Marthen terkena peluru nyasar di kepala bagian kiri. Marthen yang tinggal di Perum Pesona Laguna 1, Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat. Marhen dikenal sebagai pribadi yang akrab dan aktif berkegiatan kemasyarakatan.

Sepupu Marthen, Bernardus Mbulu (54) menuturkan jika Marthen aktif berkegiatan baik kegiatan olahraga dan kerja bakti.

"Marthen itu pemain bola, di lingkungan dia aktif juga berkegiatan apapun di lingkungan sini," ujar Bernardus di Perum Pesona Laguna 1, Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/7).

Bernardus mengatakan jika banyak tetangga yang merasa kehilangan setelah mendengar kabar Marthen meregang nyawa akibat peluru nyasar tersebut. Marthen juga dikenal akrab bergaul dengan tetangganya, Bernardus menuturkan jika hampir seluruh warga mengenal pribadi Marthen yang ramah dan sopan.

"Orangnya sederhana, memang banyak yang merasa kehilangan karena dia sopan sama orang di sekitar," jelasnya.

Polisi mengaku kesulitan melacak pelaku di balik kasus tewasnya sopir truk Fuso, Marthen Lay Raga Melolo. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengungkapkan, kendala itu karena polisi belum menemukan keterangan yang signifikan dari rekan Mathen yang mengendarai truk saat penembakan misterius itu terjadi.

Indra juga mengklaim kesulitan lain dalam penyelidikan kasus ini karena saat terjadi penembakan itu, truk yang ditumpangi korban juga sedang berjalan. Posisi korban yang berpindah ke kursi penumpang juga menjadi faktor lain polisi belum bisa mengidentifikasi arah peluru yang menyasar ke kepala korban.

Meski demikian, Indra mengaku, ... Baca halaman selanjutnya