Bangunan Liar Batang Harau Dibongkar, Pemilik Minta Ganti Rugi

"Tidak ada uang ganti rugi yang diberikan pemerintah"
Evi Yunita mengumpulkan sisa bangunan warung miliknya yang telah dibongkar (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang membongkar ratusan bangunan liar yang berdiri di sekitaran Batang Harau, Kecamatan Padang Selatan, Kamis 12 Juli 2018.

Pembongkaran dilakukan karena berkaitan dengan program tata kota Pemerintah Kota Padang. Rencananya di lokasi tersebut akan dibangun taman ruang terbuka dan pelebaran jalan.

Berdasarkan pantauan, pembongkaran tidak mendapatkan perlawanan dari warga pemilik bangunan tersebut. Saat ditemui di lokasipun, warga mengaku legowo dengan langkah yang diambil oleh Satpol PP.

Namun kendati begitu, meskipun mengaku menerima keputusan, warga berharap agar pemerintah bisa memberikan dispensasi semacam ganti rugi.

"Kami setuju, namanya juga orang kecil. Rencana orang atas (pemerintah, red) tentu bagus, demi keindahan. Tapi kalau bisa adalah perhatian bangunan yang dibongkar ini. Kalau bisa ada "uang paku" (ganti rugi, red). Berapapun dikasih, tentu kami terimakasih," kata salah seorang warga pemilik bangunan, Evi Yunita.

Baca Juga: Pelebaran Jalan, Ratusan Bangunan Liar di Batang Harau Dibongkar

Permintaan ganti rugi itu punya alasan yang jelas, pasalnya sebut Evi, bangunan warung yang terbuat dari kayu miliknya tersebut dibangun menggunakan biaya yang cukup besar, dan kemudian digunakan untuk berdagang kecil-kecilan.

"Warung ini untuk mencari makan. Jualan kecil-kecilan. Membangun dulu, uangnya dipinjam," sebut Evi yang juga berprofesi sebagai pengangkut ikan di pelabuhan.

Di sisi lain, setelah dibongkar, dia berharap pemerintah mencarikan solusi. Apakah itu mencarikan tempat baru, atau yang lainnya. "Jujur, sejak ada awal ada kabar mau dibongkar, tidak ada lagi fikiran untuk berdagang," ujarnya.

Terkait ganti rugi, Kasi Trantib Kecamatan Padang Selatan, Al Banna Rozza ... Baca halaman selanjutnya