Sertifikasi, Modal Awal Penyelamatan Transportasi

"Hal itu penting menurutnya dikarenakan, peristiwa tersebut bagai bom waktu yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan bagi siapa saja dan kapan saja"
Ilustrasi (Net)
itu,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Yoseph menuturkan regulator dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan maupun Dirjen Perhubungan Laut harus rutin melakukan verifikasi dan inspeksi guna mengetahui sejauhmana setiap pelabuhan itu telah mengikuti SOP atau tidak.

“Banyak sekali yang harus dibenahi intinya adalah masalah pengawasan, pelaksanaan ketentuan SOP sesuai dengan regulasi yang ada dan tentunya kecakapan dalam semua pelaku di semua sektor transportasi baik syahbandar maupun pemilk kapal,” ungkap Politisi Dapil Jawa Barat itu.

Senada dengan Yoseph, Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady menilai peristiwa tenggelamnya KMP Lestari Maju merupakan suatu pelajaran berharga untuk semua pemangku kepentingan pelayaran.

“Kenapa saya katakan demikian, karena KMP Lestari Maju tidak sesuai peruntukannya. Banyak sekali pelanggaran yang telah dilakukan oleh pemilik kapal, saya kira ini harus diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap politisi dapil Sulsel itu.

Untuk itu Hamka meminta agar nantinya ke depan kapal-kapal yang tidak sesuai peruntukkannya tidak kembali beroperasi, agar kejadian memilukan tersebut tidak terulang.

“Seluruh infrastruktur baik infrastruktur pelabuhan itu harus dibenahi. Ke depan kita akan prioritaskan anggaran pada persoalan keselamatan. Keselamatan tidak boleh dinomorduakan,” tegasnya.

Sementara terkait bangkai kapal yang masih berada di perairan Kepulauan Selayar, Hamka berharap agar kapal tersebut dapat segera ditarik keluar dari perairan, karena menurutnya hal tersebut menyisakan trauma khususnya bagi masyarakat Sulsel.

“Saya sudah koordinasi dengan bupati dan pemangku adat yang ada di Sulsel ini, agar kapal ini segera ditarik dan singkirkan dari perairan Kepulauan Selayar ini. Karena hal ini hanya menambah beban moril bagi masyarakat Kabupaten Selayar khususnya,” imbau Politisi Partai Golkar itu. (*)