Bacaleg Keluhkan Pelayanan Cek Kesehatan di RSUD M Zein Painan

"Bacaleg mengeluhkan tidak ada jadwal khusus untuk melakukan KIR kesehatan sebagai syarat pencalonan. "
Bacaleg di Pessel cek kesehatan di RSUD M Zein (Kiki/KLIKPOSITIF)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Sejumlah bakal calon legislatif (Bacaleg) mengeluhkan pelayanan KIR kesehatan untuk syarat pencalonan legislatif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan yang sudah berlangsung sejak Minggu 1 Juli 2018 lalu.

Bacaleg mengeluhkan tidak ada jadwal khusus untuk melakukan KIR kesehatan sebagai syarat pencalonan. Salah satunya, saat melakukan cek up ronsen dan cek up jantung. Pasalnya, untuk menunggu jadwal hampir memakan waktu sampai tiga hari.

"Karena untuk setiap cek up yang dilakukan tidak ada jadwal. Jadi, untuk melakukan cek up kami harus bolak-balik, padahal kalau seandainya terjadwal kami bisa datang pada waktu yang ditentukan," sebut Pransisko Redi yang akrab disapa Buyung Perdi bacaleg yang telah melakukan KIR Kesehatan di RSUD milik Pemda Pessel tersebut, Kamis 12 Juli 2018.

Keluhan pelayanan KIR Kesehatan yang dinilai para bacaleg di RSUD ini, tidak hanya terkecuali untuk jadwal khusus. Selain itu, tenaga medis yang melayani KIR kesehatan dinilai kurang banyak sehingga memperlambat efektivitas pelayanan KIR.

"Petugas yang memberikan layanan juga terkesan kurang teratur. Sehingga seharusnya bisa memakan waktu sehari, harus selesai selama tiga hari," terang Perdi yang baru usai mengurus syarat pencalonan Rabu 11 Juli 2018 kemarin.

Selain Perdi, bacaleg lain Raflis Boy mengaku saat melakukan cek up KIR Kesehatan harus antre dengan pasien umum.

"Sementara petugasnya medisnya cuma satu orang. Jadi pelayanan KIR jadi tidak efektif," jelasnya.

Perdi sebagai bacaleg DPRD dari Dapil III Pessel meminta ke depan, pelayanan untuk KIR kesehatan di RSUD M.Zein Painan untuk dibenahi. Sebab, untuk melayani ratusan bacaleg perlu ada penanganan khusus dan tidak mengganggu pasien umum lainnya.

"Kalau bisa pengecekkan kesehatan antara baleg dan pasien umum dipisahkan, jangan disatukan. Karena kalau disatukan jelas menganggangu kedua belah pihak," ... Baca halaman selanjutnya