Remaja Palestina Meninggal Dunia saat Protes di Perbatasan Israel-Gaza

"Lebih dari 130 warga Palestina meninggal selama protes perbatasan Israel-Gaza"
Pasukan militer Israel (Net)

KLIKPOSITIF - Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina selama protes di sepanjang perbatasan Gaza pada, Jumat (13/7). Pejabat medis Gaza dan seorang tentara Israel terluka selama demonstrasi yang berubah menjadi kekerasan itu kata militer setempat.

Lebih dari 130 warga Palestina meninggal selama protes perbatasan Israel-Gaza yang memasuki bulan keempat dan telah menarik tanggapan militer Israel yang mematikan.

Ribuan orang mengambil bagian dalam unjukrasa yang menandai 100 hari sejak protes di daerah perbatasan dengan memabakar dan melempar batu.

Militer Israel mengatakan para pengunjuk rasa Palestina melemparkan granat, alat peledak dan bom api ke arah pasukan Israel di pagar perbatasan. "Seorang tentara terluka ringan oleh sebuah granat. Pasukan menanggapi dengan menembaki para teroris," kata tentara dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan bahwa pihaknya menembak ke arah seorang Palestina yang berusaha menyusup ke wilayah Israel, tetapi insiden itu tampaknya tidak terkait dengan kematian remaja itu.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan anak laki-laki yang meninggal berusia 15 tahun. Sementara itu, 70 orang lainnya mengalami luka-luka karena tembakan gas air mata.

Tidak ada korban jiwa bagi pihak Israel selama demonstrasi yang terjadi sejak Bulan Maret itu, tetapi sejumlah besar tanah Israel telah dirusak oleh kebakaran yang dilakukan oleh layang-layang atau balon-balon helium yang membawa kain gombal dan benda-benda lain yang melayang dari Gaza.

Dilansir dari laman reuters, penyelenggara protes mengatakan demonstrasi bertujuan menekan tuntutan seperti untuk hak atas tanah yang hilang ke Israel dalam perang tahun 1948.