BKSDA Lepas Harimau Sopi di Limapuluh Kota

"Harimau betina ini sempat mendapat perawatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD)"
Harimau Sumatera (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Harimau Sumatra betina yang masuk perangkap BKSDA di Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Agam, akhirnya dilepasliarkan pada 1 Juli 2018 di Kawasan Suaka Margasatwa Alam Rimbang Baliang, Kabupaten Limapuluhkota-Sumbar.

Harimau bernama Sopi yang tertangkap pada 14 April 2018, selama ini mendapat perawatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD).

Dalam rilis yang diterima KLIKPOSITIF pada Sabtu 14 Juli 2018, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Khairi Ramadhan menyebutkan jika kondisi Sopi sepenuhnya sudah siap dilepasliarkan.

Sebelum dilepasliarkan, BKSDA mensurvey empat lokasi untuk lepasliar, namun akhirnya BKSDA memilih Rimbang Baliang sebagai tujuan akhir Sopi.

Bekerjasama dengan beberapa pakar dari Zoological Society Of London (ZSL), dipasang pula perangkat GPS Collar untuk memantau harimau sumatera tersebut.

"Sopi dilepasliarkan pada pukul 08.30 WIB tanggal 1 Juli 2018. Sekitar 30 menit kemudian, keberadaan Sopi sudah jauh dari titik lepas dan dianggap aman," ucap Kepala KSDA Sumbar Erly Sukrismanto.

Selanjutnya pada tanggal 2-5 Juli, BKSDA tetap memantau Sopi lewat GPS Collar dan dinyatakan jika ia sudah menyatu dengan hutan Rimbang Baling.

Tanggal 13 Juli 2018, operasi pelepasliaran dinyatakan selesai setelah Sopi dinyatakan masih berkeliaran di Rimbang Baliang lewat pantauan GPS Collar.

"Kita tetap lanjutkan pantauan lewat GPS Collar," pungkas Erly.

Sopi tertangkap masuk perangkap BKSDA Bukittinggi di Hutan Suapi, Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang setelah diumpan dengan seekor kambing.

Satwa belang ini tertangkap setelah sekian lama meneror warga di Kecamatan Palupuah dengan memangsa ternak warga.

[Hatta Rizal]