Hari Ini, Pengerjaan Jalan Nasional di Pessel Dilanjutkan

Pengerjaan jalan nasional di Pesisir Selatan kembali dilanjutkan hari ini, Senin 16 Juli 2018
Pengerjaan jalan nasional di Pesisir Selatan kembali dilanjutkan hari ini, Senin 16 Juli 2018 (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Proyek pengerjaan jalan nasional di Pesisir Selatan kembali dilanjutkan pada Senin 16 Juli 2018, setelah terhenti dalam waktu yang cukup lama. Tercatat, proyek tersebut telah terhenti sekitar dua bulan.

Pengerjaan jalan penghubung antara Provinsi Sumbar dan Bengkulu tersebut tampak bermula di Nagari Taratak, Kecamatan Sutera. Hari ini, sejumlah alah berat dan petugas kontraktor sudah mulai melakukan pengaspalan.

baca juga: Warga Keluhkan Jalan Berlubang di Perlintasan Padang-Solok

Menurut informasi dari warga setempat, alat berat tersebut sudah beroperasi sejak Minggu 15 Mei 2018 kemarin. Ketua Pemuda Taratak, Dodi Saputra mengatakan, kontraktor kembali bekerja setelah warga menanami pohon pisang di sebuah lubang yang di ruas jalan.

Baca Juga:  Pengerjaan Jalan Nasional di Pessel Terhenti, DPRD Sumbar Meradang

baca juga: Kisah Perantau Minang Tak Bisa Pulang dari Malaysia

"Pengerjaan sudah dimulai sejak kamarin. Kontraktor berjanji setelah protes Sabtu 14 Juli 2018 kamarin, akan bekerja kembali kalau tidak warga akan mengambil tindakkan sendiri," katanya.

Penanaman pohon pisang itu dilakukan warga merupakan reaksi kesal dengan penghentian pengerjaan jalan. Sebab, dengan penghentian tersebut, debu dan lubang jalan bekas proyek menganggu kenyamanan warga. "Dampaknya sudah mengganggu, terutama debu dan jalan berlubang yang semakin parah," ujar dia.

baca juga: Satu Pasien COVID-19 Asal Pessel Dinyatakan Sembuh

Baca Juga:  Ini Penyebab Terhentinya Pelebaran Jalan Nasional di Pessel

Sementara itu, pejabat kontraktor jalan dari CSO Yasa-Conbloc, Satim menjelaskan, terhentinya proyek jalan ini karena adanya kendala material quarry atau batu split.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

Ia menyebutkan bahwa persediaan batu yang menjadi material jalan tersebut habis dan membuat proses jalanpun terkendala.

Menurutkan, bahan material jalan tersebut di datangkan dari Pesisir Selatan . Namun, sejauh itu pihaknya tidak menjelaskan secara rinci persoalan yang menyebabkan berkurangnya pasokan batu split itu.

"Saya kurang tahu juga, sepertinya ada sedikit permasalahan di quarynya. Tapi sekarang sudah dilanjutkan lagi pekerjaan pengaspalannya di lokasi tersebut," pungkas dia.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa