Serikat Pekerja Semen Harus Bersatu Secara Global

"industri semen di Indonesia saat ini juga menghadapi persoalan dengan tenaga kerja sub kontrak dan outsourcing, dan juga terkait dengan pekerja rentan"
Director Industri Material, Industri ALL Global Union, Matthias Hartwich, mendorong agar serikat pekerja perusahaan semen di Indonesia bersatu secara global (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Director Industri Material, Industri ALL Global Union, Matthias Hartwich, mendorong agar serikat pekerja perusahaan semen di Indonesia bersatu secara global, guna merespons berbagai persoalan yang kini dihadapi industri semen nasional.

"Industri semen secara regional dihadapkan pada isu yang relatif sama, salah satunya dengan masuknya investor-investor dari China," kata Matthias Hartwich, di Padang, Senin (16/7/2018).

BACA JUGA: Jaringan Serikat Pekerja Semen Asia Tenggara Kumpul di Padang

IndustriALL Global Union adalah federasi serikat pekerja global, yang didirikan di Kopenhagen pada 19 Juni 2012. IndustriALL Global Union mewakili lebih dari 50 juta pekerja pada 600 afiliasi di lebih 140 negara, bekerja di seluruh rantai pasokan di sektor pertambangan, energi dan manufaktur di tingkat global.

Matthias Hartwich hadir di Padang sebagai pembicara pada workshop yang diprakarsai Federasi Serikat Pekerja Ikatan Semen Indonesia (FSP ISI).

Matthias Hartwich mengatakan, industri semen di Indonesia saat ini juga menghadapi persoalan dengan tenaga kerja sub kontrak dan outsourcing, dan juga terkait dengan pekerja rentan.

Industri semen di Indonesia juga mengalami "over supply", dan masalah divestasi (Lafarge-Holcim). "Hal ini harus dibicarakan untuk menemukan jawaban bersama," kata Matthias Hartwich yang didampingi Annie Adviento, Regional Secretary untuk Asia Tenggara.

Duduk bersama

Di tempat terpisah Matthias Hartwich menekankan perlunya duduk bersama antara tiga pihak, serikat pekerja, perusahaan dan pemerintah untuk mencapai solusi bersama terkait isu-isu yang dihadapi perusahaan semen di Indonesia.

"Perlu duduk bersama mencari solusi terbaik, yang menghasilkan kesepakatan kolektif," sarannnya.

Terkait divestasi ... Baca halaman selanjutnya