Selama Piala Dunia 2018, 30 Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual

"Penyelenggara Piala Dunia 2018 sebenarnya tahu dengan fakta ini"
Ilustrasi (Iran Daily)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Sebuah kelompok anti diskriminasi melaporkan bahwa sepanjang gelaran iven akbar Piala Dunia 2018 di Rusia, puluhan jurnalis wanita yang sedang bertugas mengalami pelecehan seksual.

Laporan ini disampaikan kelompok tersebut pada 11 Juli 2018 lalu. Pelecehan seksual sendiri merupakan persoalan yang tidak masuk kategori yang perlu diwaspadai selama Piala Dunia 2018 ini.

Justru selama Piala Dunia, yang jadi fokus adalah ancaman terorisme, kekerasan dan rasialisme. Lantas kemudian hal-hal itu justru dapat diminimalisir.

Dilansir dari themoskowtimes.com, data yang dikumpulkan Football Against Racism in Europe (FARE) menunjukkan setidaknya ada 30 kasus jurnalis perempuan mengalami pelecehan saat mereka sedang bertugas melaporkan Piala Dunia 2018, 15 diantaranya telah dipublikasikan.

Menurut FARE, pejabat dan penyelenggara Piala Dunia 2018 sebenarnya tahu dengan fakta ini, namun mereka menolak untuk secara terbuka mengakui adanya pelecehan seksual selama turnamen berlangsung.

Hal ini kemudian belum mendapatkan tanggapam secara langsung dari FIFA, selaku penyelenggara kompetisi.(*)

Sumber: Suara.com