Terkait Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Ini Penjelasan Wagub Sumbar

"Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru saat ini masih terkenda pembebasan lahan"
Proyek jalan tol Padang-Pekanbaru di Kabupaten Padang Pariaman (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, pembangunan Tol Padang-Pekanbaru saat ini masih terkenda pembebasan lahan.

Mempercepat proses pembebasan lahan yang berbenturan antara harga pemerintah dan pemilik lahan, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sudah turun untuk memastikan patokan harga yang akan disepakati bersama masyarakat.

BACA JUGA: Pembangunan Infrastruktur Harus Punya Skala Prioritas

BACA JUGA: 16 Parpol Daftarkan Bacalegnya ke KPU Sumbar, Gerindra Kesulitan Penuhi Keterwakilan Perempuan

"Tim dari Mappi sudah turun, nanti mereka rapat dan duduk bersama dulu untuk memastikan harga yang cocok untuk ganti rugi lahan masyarakat," ungkap Nasrul Abit, Selasa 17 Juli 2018.

Hingga hari ini kata Wagub, belum ada kesepakatan. Akan tetapi jika tidak ada juga kata sepakat maka langkah pemerintah akan mencari langkah lain dengan cara dititip ke pengadilan.

Dijelaskannya, berbagai langkah dilakukan pemerintah dalam percepatan pembangunan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru. Kalau bisa Juli ini sudah jalan.

"Kami imbau masyarakat untuk bisa terbuka dalam pembebasan lahan ini, sebab jalan tol sangat besar manfaatnya bagi perekonomian Sumbar," harapnya.

Sebelumnya pemerintah mematok harga dikisaran Rp32 ribu sampai yang tertinggi Rp286 ribu per meter. Namun tidak menemui kata sepakat dengan masyarakat. Terhitung sejak Jumat 25 Mei 2018 proyek yang akan menghubungkan Padang-Pekanbaru tersebut ... Baca halaman selanjutnya