16 Parpol Daftarkan Bacalegnya ke KPU Sumbar, Gerindra Kesulitan Penuhi Keterwakilan Perempuan

"bagi persyaratannya yang kurang, KPU tidak memberikan waktu untuk melengkapinya. Sebab, dari awal KPU sudah mendorong agar parpol mendaftar sebelum injury time"

PADANG, KLIKPOSITIF – Sebanyak 16 Partai Politik (Parpol) telah resmi mendaftarkan Bacalegnya ke KPU Sumbar untuk maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi untuk periode 2019-2024.

Dari jumlah tersebut, empat parpol di antaranya, yaitu PKB, Gerindra, PKPI dan Garuda, mendaftar jelang injury time, atau satu jam sebelum KPU Sumbar menutup jadwal pendaftaran Bacaleg pada Selasa, 17 Juli 2018 pukul 00.00 WIB.

Kendatri begitu, pengurus parpol dari masing-masing partai itu punya alasan tersendiri sehingga mendaftar jelang injury time. Seperti PKB misalnya. Saat ditanya awak media, Ketua DPW PKB Sumbar, Febby Dt Bangso mengaku sengaja memilih pukul 11.01 WIB malam untuk mendaftar ke KPU.

"Pukul 11.01 malam diodominasi angka 1, dan itu sesuai dengan nomor urut partai, yaitu nomor 1. Jadi, itulah sebabnya kenapa kami mkendaftar poukul 11.01 WIB malam, kata Feby Dt Bangso kepada wartawan di Kantor KPU Sumbar, Selasa (17/7/2018) malam.

Alasan lainnya, sebut Feby, yaitu mempermudah wartawan yang datang meliput untuk menulis dan mengingat bahwa angka 1 adalah nomor urut PKB. "Jadi wartawan yang datang meliput ingat dengan partai nomopr urut 1 ini," ujarnya berseloroh.

Berbeda dengan Ketua DPD Gerindra Sumbar, Nasrul Abit. Kepada wartawan, Nasrul Abit menyebut bahwa kedatangannya ke KPU Sumbar satu jam jelang pendaftaran Bacaleg ditutup KPU Sumbar, karena terkendala banyaknya persyaratan yang harus dipersiapkan kader, termasuk keterwakilan perempuan yang sempat kesulitan untuk memenuhinya.

"Tapi alhamdulillah, keterwakilan perempuan 30 persen itu sudah berhasil kami penuhi. Namun, persyaratan lainnya seperti ijazah yang diregalisir, kesehatan, dan tempat tinggal para kader yang terpisah-pisah, juga menjadi penyebab Gerindra baru bisa mendaftarkan kadernya ke KPU Sumbar jelang injury time," ujarnya.

Kendala lainnya, lanjut Nasrul Abit, yaitu terlambatnya mengimput data kader, karena jumlah ... Baca halaman selanjutnya