Selama Dipugar, Kendaraan Wisata Dilarang Masuk Kawasan Jam Gadang

"Proses pemugaran ini dilakukan sejak Selasa 17 Juli 2018 kemarin"
Kondisi lalulintas di kawasan Jam Gadang Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Bukittinggi membatasi jumlah dan jenis kendaraan yang masuk ke kawasan Jam Gadang selama proses pemugaran pedestrian berlangsung.

Proses pemugaran ini dilakukan sejak Selasa 17 Juli 2018 kemarin hingga 30 Desember 2018 mendatang. Pemugaran dilakukan dengan merubah lantai pedestrian seluas satu hektare.

Dengan adanya pemugaran tersebut, Pemko memagari kawasan Jam Gadang dengan seng agar proyek revitalisasi tidak terganggu. Hal itu kemudian membuat wisatawan tidak bisa masuk ke area itu.

Pemgaran kawasan Jam Gadang selama pemugaran dinilai bakal menganggu arus lalulintas di sekitaran area itu. Lantas demi meminimalisir kemacetan, Dinas Perhubungan melarang kendaraan wisata masuk ke area tersebut.

Baca Juga: Pemko Bukittinggi Habiskan Rp16,4 Miliar Pugar Kawasan Jam Gadang

"Mobil pribadi masih bisa lewat, kalau Bus Pariwisata tak mungkin lagi sebab jalan yang tersisa hanya tinggal setengah di depan Gedung Tri Arga," kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran dari Dinas Perhubungan Bukittinggi, Rekha.

Selanjutnya, kata dia, Dinas Perhubungan juga bakal melakukan rekayasa lalulintas di sejumlah kawasan yang berhubungan langsung dengan akses ke Jam Gadang.

"Selain itu, jalur dari arah The Hill menuju BRI, juga hanya bisa dilalui dari arah Kampung Cina, satu arah saja karena terlalu sempit, untuk sementara itu yang kita terapkan, kedepannya bisa saja ada rekayasa terbaru tergantung situasi," jelas dia.

Untuk saat ini, menurut pantauan, kondisi lalulintas di seputaran Jam Gadang tampak masih normal karena tidak dalam musim liburan.

Sementara, Kasatlantas Polres Bukittinggi AKP Sukur Hendri Saputra mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat koordinasi dari Dishub terkait rekayasa arus ... Baca halaman selanjutnya