Gempa Laut dan Gempa Darat Goyang Sumbar, Apa Kata Pakar Gempa?

"Apakah kedua gempa tersebut saling terkait?"
Rumah warga di Kabupaten Solok rusak akibat diguncang gempa, Sabtu (21/07/2018) (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gempa darat dan gempa laut mengguncang Sumbar dalam rentang kurang dari 24 jam, Sabtu 21 Juli 2018.

Gempa laut berkekuatan 5,4 SR terjadi di 44 kilometer arah timur laut Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada pukul 02.58 WIB. Setelah itu, sejumlah gempa susulan melanda sekitar lokasi tersebut. Sementara gempa darat berkekuatan 5,5 SR terjadi di 15 kilometer Barat Daya Kabupaten Solok pada pukul 14.58 WIB.

Lalu, apakah kedua gempa tersebut saling terkait? Apa yang harus diwaspadai dari dua kejadian gempa itu?

Terkait kejadian ini, Pakar Gempa dari Universitas Andalas Padang, Badrul Mustafa berpendapat kejadian dua gempa itu berkemungkinan saling terkait. Badrul beralasan, Patahan Semangko (Patahan Sumatra) terbentuk akibat tumbukan Lempeng Indo Australia dengan Lempeng Eurasia. Namun sepanjang Patahan Sumatera dari Aceh hingga Lampung, hanya segmen di Sumbar yang sangat aktif dibanding di daerah lainnya.

"Tumbukan dua lempeng itu membentuk Patahan Semangko yang memanjang dari ujung daratan Aceh hingga Lampung. Tumbukan lempeng inilah yang menghasilkan gempa di sekitar Mentawai pada Sabtu dini hari. Intensitas gempa di Mentawai yang mulai meningkat semenjak April 2018 bisa saja mendorong aktifnya Patahan Sumatra, seperti yang terjadi di Solok," jelas Badrul kepada klikpositif.com, Sabtu 21 Juli 2018.

Badrul menduga aktifnya Patahan Sumatra ini telah terjadi, karena sebelumnya terjadi gempa darat di Segmen Sianok beberapa hari yang lalu.

"Potensi gempa darat dan gempa laut sama-sama mengancam Sumbar. Gempanya sama-sama merusak. Kalau gempa di laut, potensi maksimalnya bisa mencapai magnitudo 9,5 seperti yang terjadi di Chili. Sementara potensi maksimal gempa di darat biasanya magnitudo 7,2. Ada yang sampai 7.9, tapi itu sangat jarang terjadi," papar Badrul.

Walau potensi maksimal gempa darat tidak sebesar gempa laut, ... Baca halaman selanjutnya