Gara-Gara Pondasi, Pembangunan Rumah Bantuan Nelayan di Pessel Tuai Kritik

"Kritik tersebut disampaikan oleh warga penerima bantuan rumah"
Pembangunan rumah bantuan nelayan di Pesisir Selatan (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri Priatama)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pembangunan sebanyak 70 unit rumah bantuan untuk nelayan di Pesisir Selatan atau tepatnya di Kampung Sungai Pampan, Nagari Koto Nan Tigo, Kecamatan Batangkapas menuai banyak kritik dari warga.

Kritik tersebut disampaikan oleh warga penerima bantuan rumah yang diprogramkan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2017 lalu.

Diketahui, sebanyak 70 unit rumah tersebut dibangun menggunakan APBN yang menghabiskan anggaran Rp4,9 miliar. Saat ini, sebanyak 20 rumah telah selesai dikerjakan, sedangkan 50 unit sisanya masih dalam proses pembangunan.

Namun, warga penerima rumah itu mengaku tidak puas dengan hasil pembangunan rumah yang mereka terima. Pasalnya rumah tersebut tidak sesuai dengan spesifikasinya.

Wali Nagari Koto Nan Tigo, Yusrizal mencontohkan pondasi rumah. Dalam gambar standar pengerjaan, rumah itu harusnya memiliki ketebalan pondasinya setinggi 65 centimeter.

"Namun faktanya, hanya 10 centimeter. Jadi dengan kondisi ini, masyarakat meminta rumah yang sudah dikerjakan dicek kembali," katanya.

Ia berharap, pengerjaan rumah nelayan ini sedapatnya dibangun sebaik mungkin. Sebab, pemerintah nagari sudah sering memprotes tetapi masih saja dilanjutkan pengerjaan.

"Sudah kami buktikan bahwa hasilnya memang tidak layak. Jadi kami sangat berharap, pergerjaan ini dapat dikerjakan dengan baik. Karena hasilnya untuk ditempati masyarakat dengan jangka waktu yang lama," ungkapnya.

Sementara itu, pengawas proyek dari PT Naratek Jaya Abadi, Sitorus mengatakan, pihaknya sengaja membuat konstruksi pondasi rumah bantuan dengan ukuran 10 centimeter karena lokasi pembangunan merupakan rawa-rawa.

"Kita hanya dapat menjalani instruksi dari kantor, dan kitapun tidak bisa bertindak banyak. Kita memikirkan lokasi ini rawa dan bangunan bisa roboh kalau sesuai dengan spesifikasinya," sebut dia.

[Kiki Julnasri ... Baca halaman selanjutnya