Jumlah Rumah Rusak Meningkat Jadi 85, Gubernur Imbau Warga Tak Mendirikan Bangunan di Patahan Semangka

"Data ini sifatnya masih sementara, karena pendataan terus dilakukan. Untuk masa tanggap darurat belum kami tetapkan, karena besok (Senin) akan dilakukan rapat koordinasi dengan instanai terkait di kingkunan Pemkab Solok"
Kondisi rumah yang terdampak gempa di Solok. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Jumlah rumah akibat gempa berkekuatan 5.4 SR yang mengguncang Kabupaten Solok terus bertambah. Bahkan dari oendataan yangbl dilakulan hingga Minggu, 22 Juli 2018 sore mencapai 85 unit rumah.

Sekretaris BPBD Kabupaten Solok Esward MM menuturkan dari jumlah rumah yang rusak, 18 di antaranya rusak berat, 63 rusak ringan dan 4 unit rusak sedang. Jumlah tersebut tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Solok, yaitu Danau Kembar, Gunung Talang dan Lembah Gumanti.

Untuk di Gunung Talang, kata dia, terdapat 1 rumah rusak berat yang berada di Dusun Rawang, Batang Barus, Nagari Lubuk Selasih.  Selain itu juga ada 1 korban jiwa atas nama Bustami, dan tiga korban luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh diguncang gempa.

Kemudian di Danau Kembar, ada 10 unit rumah rusak berat, 25 rumah rusak ringan, dan 2 rusak sedang. Selain itu juga terdapat 1 musala rusak sedang dan 3 orang luka ringan. Sedangkan di Lembah Gumanti ada 4 rumah rusak berat, 2 rusak sedang dan 38 rusak ringan, serta 1 warga luka berat.

"Data ini sifatnya masih sementara, karena pendataan terus dilakukan. Untuk masa tanggap darurat belum kami tetapkan, karena besok (Senin) akan dilakukan rapat koordinasi dengan instanai terkait di kingkunan Pemkab Solok," kata Edward saat ditemui di Kantor Wali Nagari Simpang Tanjung Nan IV Minggu sore.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada wartawan menyebut bahwa kawasan yang dilanda gempa berkuatan 5.4 SR yang mengguncang Kabupaten Solok, merupakan kawasan zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada segmen Sumani.

Oleh sebab itu, orang nomor satu di Pemprov Sumbar itu meminta agar masyarakat yang tinggal di kawasan Sesar Sumatera untuk tetap waspada jika trrjadi gempa susula. Di samping itu, Irwan pun meminta agar masyarakat tidak lagi membangun rumah di sepanjang zona Sesar Sumatera.

"Kalau pondok dibangun ... Baca halaman selanjutnya