Dualisme, PAN Gugat KPU Bukittinggi ke Panwaslu

"Pihaknya tidak terima dengan keputusan tersebut"
Sidang gugatan partai PAN di Panwaslu Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Partai Amanat Nasional Bukittinggi di bawah kepimpinan Fauzan Hafiz menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota wisata itu ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Gugatan tersebut dilakukan lantaran adanya dualisme dalam tubuh partai yang kemudian berbuntut pada putusan KPU yang meloloskan pendaftaran Bacaleg dari PAN di bawah pimpinan Rahmi Brisma sebagai peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Wakil Ketua PAN versi Fauzan Hafiz, Anrivani mengatakan, pihaknya tidak terima dengan keputusan tersebut. Pasalnya putusan tersebut Bacaleg di bawah pimpinan Rahmi Brisma tersebut tidak sah.

Ia menganggap, PAN Bukittinggi yang sah atau diakui itu adalah kepengurusan Fauzan Hafiz.

"KPU tidak melaksanakan putusan mahkamah partai yang telah membatalkan SK (SK Rahmi Brisma), KPU tetap menerima SK itu, bukan SK kami. Itu yang kita gugat," katanya saat ditemui KLIKPOSITIF.

Dengan putusan tersebut sebut Anrivani, pihaknya dirugikan karena tidak bisa mendaftarkan sebanyak 25 bacaleg. "Jika mentok di sini, kita akan lanjut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," ucap Anrivani.

Sementara, Ketua KPU Bukittinggi Benny Aziz menyebut, pihaknya tidak mempermasalahkan gugatan ini sebab semuanya sudah melalui mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan.

Terpisah, Ketua Panwaslu Bukittinggi Eri Patria mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan, besok akan dilanjutkan pada tahapan pemeriksaan.

Partai PAN Bukittinggi saat ini mengalami masalah internal kepengurusan dengan dua pihak saling mengklaim kepengurusan yang sah yakni Fauzan Hafiz dan Rahmi Brisma.

[Hatta Rizal]