Kejari Pasaman Endus Dugaan Korupsi Dana Rp5,3 Miliar di Dua Instansi Pemerintah

"Dugaan praktek korupsi tersebut terbagi dalam tiga kegiatan"
Ilustrasi (The Guardian)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Kejaksaan Negeri Pasaman mengendus adanya dugaan kasus korupsi di dua instansi Pemerintahan Kabupaten Pasaman dengan pagu dana sekitar Rp5,3 Miliar.

Dugaan praktek korupsi tersebut terbagi dalam tiga kegiatan, dua diantaranya yakni pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansah mengatakan, pihaknya menduga adanya praktek korupsi di tubuh BPBD itu saat proses pembangunan sarana jalan pasca longsor yang melanda Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan tahun 2016 lalu.

Pada kegiatan tersebut, diduga ada dugaan praktek korupsi dana sebesar Rp1,8 miliar, "Kemudian, dugaan korupsi penanganan darurat pasca bencana di Paraman Daerah Kecamatan Lubuk Sikaping tahun 2016 dengan pagu dana Rp2,1 Miliar," katanya.

Dalam kasus yang kedua tersebut, kata dia, dananya juga berasal dari BNPB yang direalisasikan melalui BPBD Pasaman.

Selanjutnya, yang ketiga adalah dugaan korupsi dana saat Pekan Olahraga Provinsi Sumbar (Porprov) pada Dinas Pemuda Olaharaga, Kebudayaan dan Pariwisata Pasaman tahun 2016 dengan pagu dana Rp1,4 Miliar.

Menurut Kajari, dari tiga kasus tersebut satu diantaranya sudah naik menjadi penyidikan dan dua lagi masih penyelidikan.

Kasus yang sudah masuk tahap penyidikan adalah dugaan korupsi penanggulangan transisi pasca bencana atas pembangunan bencana longsor dan pembentukan ruas jalan tahun 2016 dengan anggaran Rp1,8 Miliar di Muaro Sungailolo Kecamatan Mapattunggul Selatan.

"Dari hasil pemeriksaan BPKP Sumbar kerugian negara sekitar Rp400 juta. Ini baru perkiraan, bisa lebih dan bisa kurang," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, sumber anggaran ini berasal dari dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang direalisasikan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman.

"Siapa tersangkanya masih menunggu hasil pemeriksaan tim kejaksaan. Kita ... Baca halaman selanjutnya