Investigasi Kasus Keluyuran Terpidana Korupsi, Tiga Petugas Rutan Tunggu Sanksi Kemenkumham

Konferensi pers di Kanwil Kemenkumham Sumbar.
Konferensi pers di Kanwil Kemenkumham Sumbar. (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Barat telah melakukan investigasi terhadap tindakan "keluyuran" terpidana kasus korupsi Yusafni Ajo pada Jum'at 6 Juli 2018 lalu.

Dari hasil investigasi tersebut ada tiga nama yang merupakan petugas regu jaga malam terlibat. Mereka yang mengijinkan Yusafni. Saat ini, ketiganya menunggu keputusan sanksi dari Kemenkumham setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan internal di Kanwil Kemenkumham Sumbar.

"Kita tunggu keputusanya dari menteri. Mau diberhentikan, terserah menteri, mau diturunkan pangkatnya, terserah menteri. Karena Kakanwil tak memiliki kewenangan untuk menjatuhkan hukuman, cuma mengusulkan," ungkap Kakanwil Kemenkumham Sumbar, Dwi Prasetyo Santoso, Senin 23 Juli 2018 malam.

Baca Juga

Dwi memprediksi, hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman berat paling ringan. Sebab, dalam kasus tersebut tidak ditemukan unsur suap dalam bentuk finansial. "Berat paling ringan itu bisa dikatakan turun pangkat," sebutnya.

Sementara untuk Yusafni, katanya, Kejaksaan telah memberikan putusan. Yusafni pun telah dipindahkan ke Lapas Muaro Padang. Selama 10 hari ke depan, Yusafni akan ditempatkan pada sel khusus.

"Napinya telah dipindahkan ke Lapas Padang pada Sabtu. Sebab, pada Jum'at eksekusi telah dikeluarkan oleh Kejaksaan. Tindak lanjutnya, napi dipindahkan. Napi masuk sel Mapenaling (masa pengenalan lingkungan, red). Ketentuannya 10 hari," tutup Dwi.

[Cecep Jambak]

Editor: Agusmanto