Ratusan Kapal di Muaro Batang Arau akan Dipindahkan, Ini Alasannya

"kawasan Batang Arau juga akan dijadikan pelabuhan Marina tempat bersandarnya kapal pariwisata"
Kapal-kapal tradisional yang bersandar di kawasan Batang Harau. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Menjadikan Muaro Batang Arau sebagai "Ancolnya Kota Padang" masih menjadi kerja keras pemerintah. Pasalnya, banyak persoalan yang dihadapi dalam menata sungai yang terkenal kotor tersebut. Mulai dari sampah, bangkai kapal hingga memindahkan ratusan perahu nelayan tradisional yang masih bersandar di Muaro Batang Arau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengatakan, kawasan Batang Arau juga akan dijadikan pelabuhan Marina tempat bersandarnya kapal pariwisata. Namun, persoalannya saat ini terdapat ratusan perahu nelayan tradisional yang masih parkir dan melakukan kegiatan di Muaro Batang Arau.

Inilah yang menjadi persoalan saat menata kawasan yang akan dijadikan objek wisata baru tersebut. "Untuk dijadikan objek wisata semua harus steril, sungai harus bersih dari sampah. Kemudian perahu nelayan harus dipindahkan," ujarnya, Kamis 26 Juli 2018 di Padang.

Khusus untuk perahu nelayan, salah satu pilihan dipindahkan ke Muaro Anai arah ke BIM. Namun, persoalan baru muncul, Muaro Anai saat ini masih dangkal sehingga perahu tak bisa masuk. "Ini dilema dalam penataan Muaro Batang Arau," katanya.

Menurutnya, jika perahu nelayan masih parkir dan beraktivitas di kawasan yang akan dijadikan pelabuhan marina tersebut akan sulit dalam pengembangan muara sungai. Dijelaskannya, terkait Muaro Anai sebelumnya telah dilakukan perbaikan dan pendalaman oleh Balai Sungai. Namun, muaro tersebut kembali dangkal.

"Solusi terakhir yakni pemasangan batu grip di Muaro Anai hingga ke arah BIM. Jika tidak, BIM akan terancam sebab dengan pemasangan batu grip menyebabkan abrasi. Tidak bisa setengah-setengah harus menutupi kawasan BIM sehingga bandara aman dari abrasi," jelasnya.

Dilanjutkan Yosmeri, pembersihan bangkai kapal juga harus dilakukan, melihat saat ini banyaknya bangkai kapal yang berserakan di dasar Muaro Batang Arau. "Bangkai kapal jadi kewenangan Pelindo," tukas ... Baca halaman selanjutnya