Menganggu Aktifitas, Pemkab Pasaman Pindahkan PKL dari Terminal Pasaman

"Keberadaan pedagang itu menganggu aktifitas kendaraan umum "
Pertugas Dishub Pasaman berjaga di terimal Kumpulan. Lokasi ini merupakan tempat yang kerap dijadikan PKL untuk berdagang (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pasaman memindahkan ratusan pedagang kaki lima yang berdagang di atas jalan akses masuk terminal angkutan umum di Kumpulan, Kamis 26 Juli 2018 siang.

Pemindahan tersebut dilakukan karena keberadaan pedagang itu menganggu aktifitas kendaraan umum masuk ke terminal.

"Hari ini terminal Kumpulan kita kosongkan dari PKL karena angkutan pedesaan atau oplet tidak bisa masuk ke dalam terminal karena dipenuhi lebih100 PKL" kata Kepala Bidang Lalin Dinas Perhubungan Pemkab Pasaman, Zulfahmi pada KLIKPOSITIF.

Menurut dia, selama ini angkutan umum sulit masuk ke terminal karena lokasinya sempit. Sehingga mereka terpaksa parkir di badan jalan. Kondisi seperti itu membuat kondisi jalan semakin sempit, dan rentan terjadi kemacetan.

Ia menjelaskan, seratusan pedagang tersebut dipindahkan ke sebuah pasar tradisional yang berada tidak jauh dari terminal. Proses pemindahan berlangsung aman dan tidak mendapatkan perlawanan dari PKL, bahkan pedagang memindahkan sendiri dagangannya ke lokasi yang telah disediakan.

Dengan adanya pemindahan tersebut, terminal sudah bisa difungsikan kembali dan seluruh angkutan umum harus parkir di terminal. "Tidak boleh lagi parkir di badan jalan. Bagi yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," ujar dia.

Zulfahmi menyebutkan bahwa kegiatan berdagang di lokasi terminal-bukan tempatnya-tersebut telah melanggar Peraturan Daerah Pasaman nomor 12 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum.

Dalam Perda itu dibahas bahwa setiap orang dilarang keras berjualan bukan di lokasi yang telah disediakan seperti badan jalan dan fasilitas umum lainnya.

Lantas, untuk menjaga ketertiban tersebut, Zulfahmi menegaskan bahwa pihaknya akan memantau kondisi terminal setiap hari agar tidak ada lagi pedagang yang membandel.

"Tim akan mengawasi terminal tersebut setiap hari Kamis, karena hari itu merupakan jadwal sibuk di Kumpulan. Kita coba ... Baca halaman selanjutnya