Dua Sumber Penyebab Gempa di Mentawai

"Belum ada penelitian baru, karena biayanya tergolong sangat besar"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Meningkatnya aktivitas kegempaan di wilayah Kepulauan Mentawai-Sumbar membuktikan bahwa kawasan ini sangat rawan gempa bumi. Lalu, apa sebenarnya yang membuat Mentawai kerap diguncang gempa?

Pakar gempa dari Universitas Andalas (Unand) Padang Badrul Mustafa, menjelaskan ada dua sumber atau mekanisme terjadinya gempa di tanah Sikerei tersebut.

Pertama disebabkan akibat tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia (Sesar tegak atau miring) di zona megathrust.

"Biasanya berpotensi terjadi tsunami karena gempanya dangkal. Kekuatan gempa bisa di atas 9 skala richter seperti yang terjadi di Aceh," jelasnya kepada KLIKPOSITIF, Jumat 27 Juli 2018.

Kedua, penyebab gempa disebabkan Sesar Mentawai yang sejajar dengan sesar Semangko yang pola pergerakannya sama. Sesar Mentawai gempa yang diakibatkan pergeseran secara mendatar, bisa disebut gempa darat. Sesar ini melewati Selat Sunda, menyusuri pantai timur Pulau Enggano terus menyisiri timur pulau Mentawai mulai dari Pagai Selatan, Pagai Utara, Sipora dan Siberut.

"Sampai Kepulauan Nias, di Kepulauan Nias masuk ke darat. Posisinya kira-kira di bagian Timur Kepulauan Nias," jelasnya lagi.

Dikatakannya, dulu pernah ada dilakukan penelitian antara Indonesia dengan Perancis. Kemudian juga pernah dilakukan penelitian bersama utusan dari negara Jerman. Namun hanya baru sebatas menemukan sesar Mentawai saja.

"Penelitian baru belum, biayanya terbilang besar. Saya sendiri menjadikan Sesar Mentawai sebagai disertasi saya," bebernya.

[Joni Abdul Kasir]