Waspada Fenomena Mascarene High yang Sebabkan Gelombang Tinggi di Mentawai

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Metereologi Klimatologi Geofisika ( BMKG ) Stasiun Bandara Internasionoal Minangkabau memprediksi selama sebulan kedepan, gelombang laut di Kabupaten Kepulauan Mentawai akan tinggi.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha mengatakan, hal itu disebabkan karena adanya fenomena Mascarene High atau kondisi tekanan tinggi gelombang laut yang bertahan di Samudera Hindia atau sebelah Barat Australia.

baca juga: Kabar Baik, Penambahan Positif Corona di Sumbar Nihil per 29 Mei

Ia menerangkan, fenomena tersebut memicu gelombang tinggi di perairan sebelah selatan Pulau Sumatera karena kecepatan angin yang tinggi.

"Sebenarnya kita terkena dampaknya. Pusatnya ada di daerah perairan Australia. Karakteristik angin kencang, dan kondisi cuaca cerah. Kondisi angin kencanglah yang memicu ombak dan gelombang yang tinggi. Sebenarnya jaraknya juga cukup jauh, namun masih terdampak, hingga perairan Mentawai ," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Pagi-pagi Gempa Guncang Mentawai, Ini Penjelasan BMKG

Selain Mascarene High, menurut Yudha cuaca buruk di perairan Mentawai juga disebabkan oleh adanya pusat tekanan udara yang rendah, yang menjadi daerah pertumbuhan awan, atau anomali cuaca. Sehingga mengakibatkan intensitas hujan yang turun tergolong cukup tinggi.

"Untuk gelombang ini karena musiman, maka potensi terjadinya cukup lama. Kalau hujan karena anomali cuaca, potensi buruknya satu atau dua hari. Paling lama tiga hari, sisanya cerah berawan dan berawan kembali. Yang diwaspadai memang dampak dari Mascarene High," terangnya.

baca juga: Ditengah Pandemi COVID-19, Tahanan Polres Sijunjung Asal Mentawai Jadi Mualaf

Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4.0-6.0 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Sementara itu BMKG sendiri, telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi dengan tinggi gelombang antara 1,25-2,5 M berpeluang terjadi di perairan timur Kepulauan Mentawai .

baca juga: Angka Positif Corona Sumbar Jadi 371 per 14 Mei, Padang Catatkan 27 Penambahan

"Nelayan, serta pengguna/operator sarana transportasi laut dan masyarakat disekitar pesisir untuk menyesuaikan dengan kondisi yang tengah terjadi.erta dihimbau untuk terus mencermati update informasi yang dikeluarkan oleh BMKG , untuk kenyamanan aktifitas sehari-hari," imbau Kepala BMKG Minangkabau, Achadi Subarkah Raharjo.

[Cecep Jambak]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa