116 Tenaga Kesehatan di Pasaman Belum Terima Gaji

"Mereka terdiri dari berbagai profesi yang dikontrak Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman"
Ilustrasi (Net)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 116 tenaga kesehatan dari berbagai profesi yang dikontrak Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman belum menerima gaji selama delapan bulan, mulai dari Januari-Agustus 2018 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Amdarisman ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF, Rabu 15 Agustus 2018 malam membenarkan bahwa gaji 116 tenaga kontrak itu belum dicairkan sejak Januari 2018 hingga saat ini.

"Bukan tidak cair, tapi memang belum dicairkan karena anggaran untuk gaji mereka tidak mencukupi dalam APBD tahun 2018. Gaji mereka bervariasi, mulai dari Rp850.000 hingga Rp1,6 Juta per bulan," ujarnya.

Dikatakan Amdarisman, kalau dibayarkan hari ini maka kesanggupan APBD Pasaman tahun 2018 ini hanya mampu membayar untuk lima bulan, mulai Januari-Mei 2018. Maka gaji bulan berikutnya akan terhenti sementara, dan dikhawatirkan terjadi keributan.

"Anggaran gaji tenaga kontrak kesehatan dalam APBD 2018 sebesar Rp600 juta lebih. Dana itu tidak cukup untuk membayar gaji mereka. Dari pada heboh nantinya, alternatif yang paling baik adalah ditunda dahulu pembayaran gaji tenaga kontrak kesehatan ini," ujarnya.

Dengan dana Rp600 juta sebenarnya kemampuan pemerintah untuk menggaji tenaga kontrak hanya untuk 54 orang. Dengan jumlah 54 orang itu cukup untuk gaji mereka selama satu tahun.

Namun dalam perjalanan, sewaktu penerimaan tenaga kontrak justeru jumlahnya bertambah, dari awalnya 54 orang menjadi 116 orang.

"Disinilah penyebabnya, anggaran untuk gaji tenaga kontrak ini tidak cukup. Sebab pada awalnya hanya dianggarkan untuk 54 orang tapi diterima malah 116 orang," tegasnya.

Dijelaskan Amdarisman, solusi dari masalah ini pihaknya akan mengajukan anggaran gaji tenaga kontrak ini pada APBD Perubahan nanti. Diperkirakan akan dibahas pada 23 Agustus 2018 ini.

"Mudah-mudahan DPRD Pasaman bisa menyetujuinya nanti. Kalau anggaran ini tidak disetujui tentu tenaga kontrak ini nanti tidak ... Baca halaman selanjutnya