Warga Desa di Agam Ini Pasang Bendera di Puncak Bukit Peringati HUT RI

"Nanti benderanya akan dipasang di sebuah pohon pinang setinggi 13 meter"
Warga Jorong Binu mempersiapkan bendera ukuran besar yang akan dipasang di puncak bukit (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Warga Jorong (desa adat) Binu, Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam memperingati hari kemenderkaan Republik Indonesia ke 73 dengan cara yang unik.

Jika biasanya setiap peringatan HUT RI, rumah-rumah di pusat pemukiman memasang bendera di tiang yang terpasang di area perkarangan. Namun warga di sebuah desa di Kabupaten Agam ini memasang bendera merah putih di tempat yang tidak lazim, yakni di puncak bukit.

Menariknya, ukuran bendera yang akan dikibarkan di puncak bukit itu berbeda dari bendera kebanyakan. Wali Jorong Binu, Fakhrur Rozi mengatakan, ukuran bendera tersebut 6x9 meter.

"Nanti benderanya akan dipasang di sebuah pohon pinang setinggi 13 meter," katanya pada KLIKPOSITIF.

Pemasangan bendera tersebut, kata dia, akan dilakukan pada hari ini. Hanya saja, bendera ukuran besar tersebut tidak langsung dipasang di puncak bukit.

"Bendera ini sementara tetap di lokasi wisata Puncak Binu sampai hari Senin. Setelah itu baru kita pindahkan ke puncak bukit agar terlihat dari kejauhan," sebut Rozi.

Rozi mengungkapkan, persiapan pemasangan bendera besar di atas bukit tersebut semuanya dilakukan secara gotong royong oleh warga Jorong Binu. Persiapan yang dilakukan seperti proses jahit hingga pemasangan langsung.

Di sisi lain, untuk memeriahkan seremonial HUT RI di Jorong Binu, warga setempat juga menghiasi objek wisata di lokasi itu dengan atribut umbul-umbul berwarna merah putih.

Kemudian, warga juga menggelar berbagai macam perlombaan menarik seperti lomba menangkap itik dan perang bantal di atas air.

"Pemasangan merah putih berukuran besar, juga diharapkan sebagai bentuk promosi terhadap objek wisata Binu yang merupakan kawasan wisata berupa goa, panorama, outbond, batuan seperti karang warna putih," pungkas Rozi kemudian.

[Hatta Rizal]