Kehadiran Harimau di Padang Diduga karena Kerusakan Habitat

"Harimau yang mendekat ke pemukiman warga tersebut masih remaja dan sedang belajar berburu"
Warga merobohkan pondok yang berhubungan dengan kehadiran Harimau di Batu Busuk (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (Polhut BKSDA) Sumatera Barat menilai, kemunculan Harimau di dekat perkampungan warga di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh karena beberapa hal.

Kepala Satuan Polisi Kehutanan (Kasat Polhut), Zulmi Gusrul mengatakan, penyebab kemunculan binatang dengan nama latin Panthera Tigris tersebut karena kerusakan habitat yang kemudian membuat binatang tersebut kekurangan pasokan makanan di dalam hutan.

Namun itu, baru sebatas dugaan. Untuk mengungkapnya, Zulmi menyebut pihaknya harus melakukan penelusuran terlebih dahulu.

"Kami akan lihat, seperti apa habitatnya, apakah ada yang rusak. Mungkin juga karena kini musim panas. Bisa juga karena turun berburu, melihat banyak ternak milik warga," katanya. Penyebab lain munculnya Harimau tersebut, tambah Zulmi, adalah karena pengaruh cuaca.

Sejauh ini, ia menambahkan, Harimau yang mendekat ke pemukiman warga tersebut masih remaja dan sedang belajar berburu.

"Biasanya (usai berburu) mangsa dibawa, atau memang langsung dimakan dan sisanya dibiarkan di lokasi," papar Zulmi.

Kemudian, terkait dengan upaya penangkapan. Pihak BKSDA sebut Zulmi belum memasang perangkap sama sekali. Sementara, masyarakat setempat akan melakukan penanganan dengan langkah-langkah kearifan lokal.

Kearifan lokal yang dimaksud Zulmi adalah, sebuah pantangan yang kemudian dilanggar oleh masyarakat setempat.

Patangan itu adalah membuat pondok di atas pohon yang sudah ditebang. Jadi, sementara ini masyarakat akan merubuhkan kembali pondok tersebut agar binatang Karnivora itu bisa menjauh dari pemukiman.

"Kami belum memasang perangkap, namun menunggu reaksi dari apa yang dilakukan masyarakat dengan kearifan lokal setempat," pungkas Zulmi kemudian.

[Cecep Jambak]