Wilayah Sumbar Rawan Konflik Antara Manusia dengan Harimau, Kenapa?

"Habitat masih banyak, namun aktivitas manusia masih tersebar cukup dekat"
Harimau Sumatera (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ahli ekologi satwa liar dari World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Sunarto menilai dari segi konfigurasi bentangan alam, wilayah Sumatera Barat (Sumbar) rawan terjadinya konflik antara manusia dengan harimau. Sebab, wilayah Sumbar yang masih bagus fragmen hutannya, sangat dekat dengan perkampungan penduduk.

"Makanya rawan konflik. Habitat masih banyak, namun aktivitas manusia masih tersebar cukup dekat," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Kamis 16 Agustus 2018.

Untuk itu, langkah yang harus dilakukan adalah dengan menjaga kearifan tradisional. Salah satunya dengan meningkatkan kepedulian dan pengetahuan tentang harimau.

Upayanya, kata dia bisa dengan memperbanyak menuangkan pengetahuan tentang harimau ke dalam materi-materi yang menarik, bagi konsumsi kaum remaja.

"Mau tidak mau dituangkan pada materi-materi yang enak di baca oleh anak anak milenial. Saya pikir itu yang penting dilakukan," kata dia.

Menurutnya, situasi rawan konflik akan terus berulang. Sebab, harimau selalu berpindah tempat mencari wilayah teritorial.

"Ini bisa terus terjadi. Tidak disitu, namun bisa di tempat lain, karena harimau yang menjelajah akan selalu ada," pungkasnya.

[Cecep Jambak]