Ini Fakta Gempa Kuat di Lombok Hasil Analisis BMKG

"Aktivitas kedua gempa kuat semacam ini disebut sebagai 'gempa kembar' (doublet earthquakes)"
Kondisi pelabuhan di Kayangan Lombok Utara retak akibat gempa Magnitudo 6.9 tadi malam (BNPB)

KLIKPOSITIF -- Gempa Lombok berkekuatan Magnitudo 6,9 yang terjadi pada Minggu 19 Agustus 2018 malam pukul 21.56 WIB merupakan 'gempa baru' dan bukan gempa susulan dari gempa utama tanggal 5 Agustus 2018 yang lalu.

Baca : Lombok Kembali Diguncang Gempa Kuat, BMKG : Ini Gempa Baru

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, di akun Instagram pribadinya menjelaskan, ada beberapa fakta yang perlu dipahami atas kejadian gempa ini.

Yang pertama, menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter gempa Magnitudo 6,9 tadi malam yang terletak di ujung timur Pulau Lombok dan diikuti oleh sebaran episenter gempa yang mengikutinya dan membentuk kluster episenter dengan sebaran ke arah timur (di laut) hingga di sebelah utara Sumbawa Barat maka dapat disimpulkan bahwa gempa yang terjadi tersebut merupakan aktivitas 'gempa baru' yang berbeda dari gempa berkekutan Magnitudo 7,0 dan susulannya yang terjadi sejak 5 Agustus 2018.

Fakta kedua, antara gempa Magnitudo 7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018 dengan gempa Magnitudo 6,9 yang terjadi pada 19 Agustus 2018 tadi malam memiliki keterkaitan yang erat.

Kemudian, munculnya aktivitas gempa baru dengan pusat di ujung timur Pulau Lombok yang berkekuatan Magnitudo 6,9 diduga kuat akibat dipicu oleh trigger statis (static stress) dari rangkaian gempa-gempa kuat di Lombok berkekuatan Magnitudo 6,4 Magnitudo 7,0 Magnitudo 6,3 dan Magnitudo 5,9 yang terjadi sebelumnya.

Menariknya, rekahan (rupture) batuan yang diciptakan oleh kedua gempa tersebut masih terjadi pada satu sistem sesar yang sama yaitu masih dalam kerangka sistem Sesar Naik Flores, ini tempak jelas dari mekanisme pusat gempa yang ... Baca halaman selanjutnya