Ini Tujuh Pesan Menag Saat Wukuf Arafah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan saat puncak wukuf di Arafah. Ribuan jemaah haji tampak menjejali tenda Indonesia yang dijadikan masjid.

Dalam pesan-pesannya, Menag Lukman antara lain meminta kepada jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesempatan berada di tempat dan hari agung. “Alhamdulillah kita mendapat kesempatan hadir di tempat ini bersama jutaan manusia dari seluruh penjuru bumi,” kata Menag. Hadir dalam puncak wukuf di Arafah ini Dubes Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan beberapa dubes lainnya, Pimpinan dan Anggota DPR, DPD, BPK, dan Komisi Pengawas Haji Indonesia.

baca juga: Pemerintah Siap Operasikan Tol untuk Dukung Perbaikan Ekonomi

Menag juga mengingatkan, bahwa Allah membanggakan umat-Nya yang bersusah payah hadir dari berbagai penjuru dunia dengan susah payah, untuk memohon ampunan-Nya. “Oleh karenanya, Allah kemudian mendekat kepada hamba-Nya di hari Arafah, dengan menurunkan rahmat, kemulian dan maghfirah (ampunan)-Nya,” tandas Menag.

Ketiga, Menag menandaskan, saat wukuf maka jemaah berada di dimensi ruang dan waktu yang sangat istimewa. Karenanya Menag meminta untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar selalu mendapat perlindungan dari Allah Swt. “Semoga kita juga dihindarkan dari cobaan dan bencana, perselisihan dan permusuhan serta ditingkatkan rasa persaudaraan demi terpeliharanya keutuhan NKRI,” imbuh Menag. Selain itu pihaknya juga meminta agar jemaah mendoakan warga Lombok yang tengah mendapat musibah gempa bumi.

baca juga: Mulyanto Minta Konfirmasi Dugaan Adanya Kartel Harga BBM

Keempat, Menag juga menyinggung bahwa pelaksanaan wukuf kali ini hanya berselang beberapa hari dari perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 Indonesia. “Rasa syukur tak terhingga atas nikmat kemerdekaan kita panjatkan dari tempat mulia ini,” ungkap Menag.

Kelima, Menag mengingatkan kembali pesan Rasulullah saat haji wada’ 15 abad silam yakni kewajiban muslim menjaga darah, harta dan kehormatan. Keenam, menurut Menag keimanan sejati dapat dibuktikan dengan cinta sesama dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

baca juga: Kemendikbud Disarankan Buka Sekolah Secara Bertahap

Ketujuh, salah satu prinsip Islam dalam membangun masyarakat adalah menyatukan individu-individu. “Semangat persaudaraan itulah yang menggerakkan kaum muslimin di Madinah untuk menyambut hangat kedatangan kaum muhajirin,” urai Menag. “Semangat ini penting untuk kita kembangkan, kaitannya menyongsong pesta demokrasi 2019,” tambahnya.

Di luar itu, Menag memberikan apresiasi kepada petugas haji yang memberikan kemampuan terbaik. “Saya trenyuh (terharu) saat mengetahui banyak petugas memutuskan tidak berhaji dengan tidak mengenakan ihram,” tandas Menag.

baca juga: Jejak Dirut Baru TVRI di Majalah Playboy, Tengku Zul Sentil Maruf Amin

Sementara dua tanda haji mabrur menurut Menag adalah meningkatnya rasa kepedulian dan menebarkan kedamaian dimanapun berada. “Maka mari kita manfaatkan di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, agar menjadikan haji kita mabrur,” pungkasnya. (*)

Sumber: Kemenag

Penulis: Eko Fajri