Penjualan Santan Meningkat Saat Idul Adha di Padang

"penghasilan pedagang dari penjualan santan saat lebaran Idul Adha juga meningkat dari Rp1 juta menjadi Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta per harinya"
Salah satu lokasi penjualan santan di Pasar Raya Padang. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Lebaran Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Tentu saja, masyarakat memanfaatkannya dengan membuat masakan berbahan santan, terutama rendang. Karena itulah, sejak Rabu kemarin, penjualan santan di Kota Padang pun meningkat.

"Kalau penjualan sejak lebaran haji ini meningkat sekitara 30 hingga 40 persen dari hari biasanya," ujar salah seorang pedagang santan di Pasar Raya Padang, Romi (40) kepada KLIKPOSITIF, Kamis 23 Agustus 2018.

Dia mengatakan, penghasilannya dari penjualan santan tersebut saat lebaran Idul Adha juga meningkat dari Rp1 juta menjadi Rp1,3 hingga Rp1,4 juta per harinya. "Peningkatan ini terjadi sejak H-2 hingga pas waktu Idul Adha saja, untuk hari ini sudah mulai sepi," sambungnya.

Sementara, untuk harga santan sendiri masih tetap stabil pada harga Rp5 hingga Rp6 ribu per bungkusnya. "Kalau harga tidak pernah berubah dan masih tetap stabil," lanjutnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut jauh menurun dibanding beberapa tahun belakangan karena sudah banyak warung-warung yang menjual santan di sekitar perumahan warga. "Kalau dibanding lima tahun lalu, penghasilan saat lebaran Idul Adha sangat jauh menurun, karena banyaknya pedagang yang menjual santan," sambungnya.

Menurutnya, mesin pemeras santan sendiri sudah sangat mudah didapat di Kota Padang, sehingga sudah banyak yang memiliki mesin pemeras santan tersebut. "Kalau dulu mesin peras santan ini hanya bisa dibeli di daerah Batam, tetapi saat ini sudah banyak yang menjual seperti di daerah Siteba dan daerah Purus," tutupnya.

[Halbert Caniago]