KPHP Pesisir Selatan Kerjasama Pengembangan SDA di Nagari Bersama BUMNag

"Secara keseluruhan kemitraan dengan BUMNag adalah dalam hal pengembangan dan pengelolaan objek wisata baik air terjun maupun pantai"
Salah satu SDA yang ada di Pessel (KLIKPOSITIF)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Pesisir Selatan, Dinas Kehutanan Sumatera Barat menjalin kerjasama pengembangan sumber daya alam yang ada di masing-masing nagari tahun ini.

Kepala UPTD (KPHP) Pessel, Dinas Kehutanan Sumbar, Madrianto menyebutkan, untuk tahun 2018 ini, pihaknya memiliki tujuh Badan Usaha Milik Nagari atau BUMNag di beberapa kecamatan. Dan semuanya sudah mulai menjalankan, beberapa program sesuai tujuan kerjasama yang dijalin.

"Ketujuh BUMNag itu, diantaranya BUMNag Tunas Muda Bersama di Nagari Lakitan Tengah, BUMNag Sungai Liku Pelangai di Nagari Sungai Liku, BUMNag Pelangai Gadang di Nagari Pelangai Gadang," kata Kepala UPTD (KPHP) Pessel, Dinas Kehutanan Sumbar, Madrianto pada KLIKPOSITIF.

Untuk BUMNag selanjutnya, adalah BUMNag Sungai Sirah Air Haji di Nagari Sungai Sirah Air Haji, BUMNag Tunas Baru di Nagari Inderapura Selatan, BUMNag Bersama Sambungo Indah di Nagari Sungai Sirah Silaut, dan Nagari Sambungo serta Koperasi Usaha Mandiri.

"Secara keseluruhan kemitraan dengan BUMNag adalah dalam hal pengembangan dan pengelolaan objek wisata baik air terjun maupun pantai," terangnya.

"Air terjun dan pantai di semua nagari itu cukup berpotensi untuk dikembangkan. Dan. hanya saja sebelumnya masyarakat terkendala dalam pengelolaannya karena status areal yang masuk ke dalam kawasan hutan," katanya.

Menurutnya, melalui kemitraan KPHP Pessel dengan bumnag maka pengelolaan bisa dengan baik dilakukan masyarakat."Merusak hutan, mengganggu ekosistem hutan merupakan beberapa persyaratan yang tidak boleh dilanggar, jika dilanggar maka akan berdampak pada kelanjutan kemitraan," sebutnya.

Lanjutnya, jika terjadi pelanggaran yang dianggap cukup fatal maka tidak menutup kemungkinan kemitraan akan diputus, walaupun baru berjalan dua hingga tiga tahun.

"Rata-rata kemitraan akan dilangsungkan dalam kurun waktu 10 tahun ... Baca halaman selanjutnya