Bea Cukai Amankan 163 Ton Daging Jeroan Selundupan

"jeroan yang diselundupkan oleh tersangka pelaku yaitu jantung, hati, bagian dari leher, paru-paru, dan ginjal sapi dengan nilai total mencapai Rp 3,5 miliar"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan pihaknya berhasil menahan tujuh kontainer berisi 163,5 ton jeroan sapi dari New Zealand dan Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 16 Juni.

Heru menjelaskan ada lima macam jeroan yang diselundupkan oleh tersangka pelaku yaitu jantung, hati, bagian dari leher, paru-paru, dan ginjal sapi dengan nilai total mencapai Rp 3,5 miliar.

Dia menuturkan tersangka pelaku memberitahu bahwa barang yang masuk merupakan monosodium fosfat atau pakan ternak. "Modus yang digunakan untuk mengelabui petugas Bea dan Cukai dengan memberikan dokumen palsu," kata Heru.

Heru menjelaskan pada tanggal 21 Mei perusahaan mengajukan impor. Bea Cukai dan Polisi kemudian melakukan kegiatan inteligen dan mengumpulkan informasi. Dari keteranga tersangka, kata dia, isi kontainer adalah barang impor monosodium fosfat, tapi ternyata jeroan.

Dari tujuh kontainer ini terdapat 163 ton daging jeroan yang diimpor PT Cahaya Sakti Utama Baru (PT CSUB). Selain jeroan, juga ada bagian daging sapi lain, yaitu neck trim atau daging sapi yang berada di bagian leher.

PT CSUB mengaku baru pertama kali melakukan kegiatan ilegal tersebut. Belum diketahui kemana barang-barang itu tadinya akan dikirim. Kemungkinan besar daerah tujuannya adalah Jakarta.