Komite Advokasi Daerah Dibentuk di Sumbar, Ini Alasannya!

"Korupsi bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja"
Foto bersama Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Direktorat Dikyanmas (Pendidikan dan Layanan Masyarakat) bersama Kamar Dagang Sumbar bersepakat untuk membentuk Komite Advokasi Daerah (KAD) sebagai wadah dialog pemerintah dan pelaku bisnis.

Hal itu dilakukan karena banyaknya kasus korupsi yang melibatkan swasta. Data KPK, sektor swasta yang terjerat korupsi dari 2014 hingga Mei 2018 mencapai 196 orang. Trend peningkatan terjadi setiap tahunnya. Modusnya sebagian besar, sekitar 80 persen adalah suap dan gratifikasi untuk mempengaruhi kebijakan penyelenggara negara.

"Korupsi tidak hanya dilakukan ASN, Pejabat pemerintah, Kepala Daerah tetapi juga swasta dalam hal ini pengusaha. Pada sektor perizinan dan pengadaan menjadi celah korupsi di tingkat swasta. Berbagai modusnya," ujar Direktur Dikyanmas Sujanarko, Kamis 30 Agustus 2018 di Padang.

Menurutnya, korupsi terjadi karena adanya persekongkolan dua belah pihak antara pejabat pemerintah dan swasta. Untuk itu perlu dibentuk KAD sebagai peningkatan kompetensi sektor swasta.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, korupsi bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Tidak hanya kepala daerah dan pengusaha. Di Sumbar bahkan seorang staf saja bisa melakukan korupsi puluhan miliar.

"Jadi korupsi bisa dilakukan siapa saja. Tuduhan jangan ke yang punya jabatan seperti kepala daerah. Siapa saja bisa korupsi. Semua harus bebas dari prilaku yang tidak benar ini," imbaunya saat memberikan sambutan.

Tegas Gubernur, siapa saja yang menemui adanya dugaan korupsi yang dilengkapi dengan data yang valid di Sumbar tidak perlu takut untuk membuka.

"Kalau ada yang main tunjukan datanya. Kalau itu melibatkan pejabat pemprov saya pecat," tegasnya.

Dia berharap dengan terbentuknya KAD bisa memangkas korupsi di sektor pemerintah dan swasta.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Barat Ramal Saleh mengatakan pengusaha ... Baca halaman selanjutnya