Begini Kronologis Penangkapan Komplotan Rampok Uang Rp3,5 Miliar di Bukittinggi

Polisi memperlihatkan barang bukti hasil perampokan mobil Bank Syariah Mandiri
Polisi memperlihatkan barang bukti hasil perampokan mobil Bank Syariah Mandiri (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pihak Kepolisian Resort Kota Bukittinggi berhasil menangkap komplotan kasus pencurian dengan kekerasan terhadap mobil operasional Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Aur Kuning Bukittinggi, pada 20-28 Agustus 2018 di beberapa TKP yakni Sumatera Utara, Riau dan Tilatang Kamang Agam.

Kasus ini bermula pada Senin 4 Juni 2018, sekitar pukul 10:00 WIB, saat satu unit mobil berisi uang Rp3,5 miliar milik BSM dicegat dua unit mobil perampok di dekat PLTA Batang Agam.

Setelah menyekap penumpang BSM yang berjumlah tiga orang, para pelaku yang berjumlah 10 orang lantas kabur dan meninggalkan korban dalam keadaan tidak berdaya.

Baca Juga

Dalam jumpa pers yang digelar pada Jumat 31 Agustus 2018, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana menyebut, penangkapan bisa dilakukan setelah pihaknya berusaha keras mengungkap kasus yang menurutnya sangat sulit.

"Saat kejadian, ada rentang waktu yang lama. Kejadian pukul 10.00 WIB, korban lapor ke Polres Payakumbuh pukul 15.00 WIB, pukul 21.00 WIB, mereka baru lapor ke kita. Kalau dari awal, sudah pasti akan kita kejar, kita sudah kehilangan waktu terlalu lama," katanya.

Baca Juga:  Polres Bukittinggi Tangkap Pelaku Rampok Bank Rp3,5 Miliar

Ia menjelaskan, saat kejadian tak ada CCTV dan saksi yang melihat langsung kejadian sehingga sulit mengungkap kasus ini. "Andaikan ada saksi yang misalnya melihat nomor kendaraan, akan lebih mudah," ujarnya.

Namun, Polres Bukittinggi melihat kejanggalan dari kejadian ini, biasanya kasus seperti ini korban akan dibuang dan mobilnya akan dibawa. Tetapi untuk kasus ini, korban ditinggal dalam mobilnya di daerah Talawi.

"Kita merasakan kejanggalan, kita duga ada orang dalam yang terlibat. Dugaan ini kita buktikan dengan penyelidikan total secara keseluruhan," ungkapo Arly.

Selanjutnya, pihak kepolisian kemudian menyebar anggotanya ke luar daerah untuk mencari petunjuk sekecil apapun berikut memeriksa saksi korban yang berjumlah tiga orang tadi.

"Secara IT, kita juga lacak nomor handphone korban. Setelah kita kumpulkan, didapatlah petunjuk di daerah Tapanuli Selatan jika ada pelaku kejahatan serupa, yang juga pengedar narkoba. Kita koordinasikan, lalu didapatlah fakta jika pelaku ini adalah RS, kakak kandung dari JLS yang merupakan security dari BSM. JLS ini kena sekap saat perampokan terjadi," beber Kapolres.

Dari sini, sebut dia, dugaan keterlibatan orang dalam kian menguat. Setelah diperiksa intensif, pihaknya lalu menangkap JLS di rumahnya di Tilatang Kamang. Berturut-turut tersangka lain juga ditangkap yakni LS, LJS, AJB dan S di wilayah Sumut dan Riau.

"Masih ada DPO sebanyak 4 orang, J,DS, D dan DN, kita akan kejar sampai dapat," tegas dia.

Didalam kejadian itu, diduga yang menjadi otak pelaku adalah JLS security BSM yang menurut pengakuannya bertindak dikarenakan ada motif sakit hati sebab uang lemburnya jarang dibayar pihak bank walau hal ini dibantah BSM melalui pengacaranya.

"Tidak benar itu, kita bayar uang lemburnya kok, dan kita mengapresiasi kerja keras pihak Kepolisian," ucap Lawyer BSM Mevrizal.

Sementara, dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit mobil yang digunakan, uang tunai, dan satu senjata jenis soft gun.

Saat ini para pelaku sudah berada di Polres Bukittinggi minus RS yang masih berada di Polres Tapanuli Selatan.

[Hatta Rizal]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa