Begini Kronologis Penangkapan Komplotan Rampok Uang Rp3,5 Miliar di Bukittinggi

"Penangkapan bisa dilakukan setelah pihaknya berusaha keras"
Polisi memperlihatkan barang bukti hasil perampokan mobil Bank Syariah Mandiri (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)
Arly.

Selanjutnya, pihak kepolisian kemudian menyebar anggotanya ke luar daerah untuk mencari petunjuk sekecil apapun berikut memeriksa saksi korban yang berjumlah tiga orang tadi.

"Secara IT, kita juga lacak nomor handphone korban. Setelah kita kumpulkan, didapatlah petunjuk di daerah Tapanuli Selatan jika ada pelaku kejahatan serupa, yang juga pengedar narkoba. Kita koordinasikan, lalu didapatlah fakta jika pelaku ini adalah RS, kakak kandung dari JLS yang merupakan security dari BSM. JLS ini kena sekap saat perampokan terjadi," beber Kapolres.

Dari sini, sebut dia, dugaan keterlibatan orang dalam kian menguat. Setelah diperiksa intensif, pihaknya lalu menangkap JLS di rumahnya di Tilatang Kamang. Berturut-turut tersangka lain juga ditangkap yakni LS, LJS, AJB dan S di wilayah Sumut dan Riau.

"Masih ada DPO sebanyak 4 orang, J,DS, D dan DN, kita akan kejar sampai dapat," tegas dia.

Didalam kejadian itu, diduga yang menjadi otak pelaku adalah JLS security BSM yang menurut pengakuannya bertindak dikarenakan ada motif sakit hati sebab uang lemburnya jarang dibayar pihak bank walau hal ini dibantah BSM melalui pengacaranya.

"Tidak benar itu, kita bayar uang lemburnya kok, dan kita mengapresiasi kerja keras pihak Kepolisian," ucap Lawyer BSM Mevrizal.

Sementara, dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit mobil yang digunakan, uang tunai, dan satu senjata jenis soft gun.

Saat ini para pelaku sudah berada di Polres Bukittinggi minus RS yang masih berada di Polres Tapanuli Selatan.

[Hatta Rizal]