Kapolri: Pelaku Penembak Polisi harus Ditangkap Hidup atau Mati

"Pelaku berinisial R itu diketahui merupakan menantu dari terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD)"
Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian. (internet)

KLIKPOSITIF -- Terduga teroris pelaku penembak polisi patroli jalan raya Polda Jawa Barat di Km 224 Tol Cipali, Cirebon sempat mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku berinisial R itu diketahui merupakan menantu dari terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kapolri Jenderal, Tito Karnavian menuturkan, seorang pelaku yang teridentifikasi berinisial R, sempat melarikan diri ke rumah sakit Slawi, Jawa Tengah. Bahkan terduga teroris tersebut sempat mengaku sebagai anggota Polri.

"Mereka lari ke rumah sakit Slawi. Tapi ngakunya anggota Polri ditembak penjahat. Setelah tiga jam perawatan kemudian tiba-tiba dia langsung lari saja," kata Tito di RS Polri Bhayangkara TK 1 dilansir dari suara.com, jaringan Klikpositif, Jumat (31/8).

Tito mengaku sudah mengetahui motif penembakan tersebut. Menurutnya, motif penembakan itu karena upaya balas dendam setelah keluarganya yang merupakan anggota JAD ditangkap Densus 88.

"Kenapa dia melakukan itu, motifnya pun sudah tahu yaitu mertuanya ditangkap. Mertuanya juga anggota JAD ditangkap duluan sebulan yang lalu. Jadi mungkin dia balas dendam," ungkap Tito.

Ia menyebut telah mengerahkan anggota untuk mengejar pelaku penembakan itu. Dari keterangan dokter, yang bersangkutan ketika itu juga mengalami luka yang cukup parah. Tito juga menegaskan tidak mau mengambil risiko, pelaku harus ditangkap hidup atau mati.

"Jadi kita terus melakukan pengejaran kepada yang bersangkutan all out. Lebih dari 100 anggota pengejaran. Kita nggak akan mengambil risiko yang bersangkutan hidup atau mati harus tertangkap," Tito memungkasi. (*)