Pemilu 2019: Jumlah TPS di Sumbar Bertambah

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemilihan Umum Sumatera Barat mencatat, jumlah Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) yang akan digunakan untuk Pemilu 2019 mendatang bertambah. Peningkatan jumlahnya cukup signifikan jika dibandingkan dengan Pilkada 2015 lalu.

Menurut data, jumlah TPS di Sumbar pada tahun 2015 lalu hanya 11.121, sedangkan untuk tahun 2019 mendatang naik jadi 16.530.

baca juga: Lima Rumah Warga dan Satu Musala Rusak Dihantam Longsor di Batipuh Selatan Tanah Datar

"Kalau pemilu sebelumnya jumlah pemilih per TPS 600 orang, tapi sekarang sesuai dengan PKPU nomor 11 tahun 2018 masing-masing TPS jumlah pemilihnya maksimal 300 orang makanya jumlah TPS juga membengkak," kata Komisioner KPU Sumbar Nova Indra, Jumat (31/8).

Menurut dia, dengan bertambahnya jumlah TPS ini tentunya juga akan berdampak pada penambahan yang lainnya, seperti penambahan kotak suara, penyelenggara, dan tentu bertambahnya anggaran yang akan dikeluarkan untuk pembiayaan penambahan tersebut.

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

"Untuk kotak suara pada pemilu nanti akan diganti jadi yang transparan, tapi kita belum mendapatkan bagaimana konsep transparannya. Sementara kota suara yang lama akan dilelang, dan uang hasil lelang akan kembali pada kas negara," ulas dia.

Terkait penambahan jumlah penyelenggara, terjadi penambahan sebanyak 37.863 orang. Jika pada pemilu sebelumnya penyelenggara berjumlah 77.847 orang (7 penyelenggara per TPS dikalikan dengan jumlah TPS 11.121), sedangkan pada pemilu 2019 nanti 115.710 orang (7 penyelenggara per TPS dikalikan jumlah TPS 16.530).

baca juga: Pemerintah Akan Lanjutkan Pembenahan Infrastruktur Pendidikan di Politeknik Negeri Padang dan Kampus Lainnya

"Dengan bertambahnya jumlah penyelenggara ini tentunya kita akan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang lebih maksimal lagi, karena kemungkinan akan banyak penambahan dari penyelenggara yang baru dan belum berpengalaman," jelas dia.

Selain memaksimalkan pengetahuan dan teknis lapangan, menurut Nova Indra yang paling penting ada pada diri penyelenggara adalah integritas, profesionalitas, bertanggungjawab dan mandiri.
"Percuma kalau hanya menguasai teknis saja, tapi tidak memiliki integritas dan bertanggungjawab. Inilah nanti yang akan kita tekankan pada penyelenggara hingga ke tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara)," pungkasnya kemudian.

baca juga: Kabar Baik, Bukittinggi Sudah 12 Hari Tanpa Tambahan Kasus COVID-19

Berbeda dari pemilu sebelumnya, persyaratan umur penyelenggara saat ini turun menjadi 17 tahun. Artinya, saat ini pemilih pemula sudah bisa menjadi penyelenggara pemilu , berbeda dengan sebelumnya yang mensyaratkan umur minimal 21 tahun.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa