Nelayan Myanmar Temukan Kapal Hantu Bernama Sam Ratulangi

"Berdasarkan investigasi tim gabungan, kapal tersebut mempunyai panjang 177,35 meter, lebar 27,91 meter, dan berat 26.510 ton."
Kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar. (Myanmar Time)

KLIKPOSITIF -- Kemunculan tiba-tiba sebuah kapal ‘hantu’ di lepas pantai Myanmar selatan mengejutkan nelayan setempat, karena mereka tak menemukan satu pun muatan maupun awak manusia di kapal bernama Sam Ratulangi PB 1600 tersebut.

Laporan awal dari penduduk desa mengatakan, mereka kali pertama melihat kapal itu berlayar di lautan pada Selasa (28/8) malam.

Karena curiga, warga desa tersebut melapor ke pihak berwenang. Setelah mendapat laporan tersebut, tim penjaga pantai, angkatan laut, dan polisi bergantian mengawasi kapal.

Namun, tim gabungan tersebut mengakui tak bisa mendeteksi orang-orang di kapal tersebut.

Kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar.

Rusia Today, Sabtu (1/9/2018), memberitakan kapal tersebut hampir satu dekade hilang di laut. Saat ditemukan, kapal itu kandas di atas gundukan pasir lepas pantai desa Thma Seitta.

Nelayan yang kali pertama menemukan kapal itu melapor ke polisi, penjaga pantai, dan angkatan laut. Selanjutnya, mereka memberanikan diri naik ke kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

"Tidak ada awak atau kargo yang ditemukan di kapal. Cukup membingungkan bagaimana kapal besar itu muncul di perairan kami,” kata Ne Win Yangon, anggota parlemen lokal untuk kotamadya Thongwa.

Berdasarkan investigasi tim gabungan, kapal tersebut mempunyai panjang 177,35 meter, lebar 27,91 meter, dan berat 26.510 ton.

Kapal tersebut dilaporkan telah berlayar memakai bendera Indonesia dan terakhir terlihat di Taiwan tahun 2009.

Ketika angkatan laut Myanmar memeriksa kapal pada Jumat (30/8), kapal itu telah terbelah menjadi dua karena terdampar di gundukan pasir selama beberapa hari.

“Menurut saya, kapal itu baru saja ditinggalkan. Pasti ada alasannya (mengapa itu diabaikan), ”kata Aung Kyaw ... Baca halaman selanjutnya