Satpol PP Payakumbuh Awasi Titik Rawan Pembuangan Sampah, Warga Kucing-kucingan

Petugas kebersihan Kota Payakumbuh saat menjemput sampah ke TPSS, Selasa (4/9).
Petugas kebersihan Kota Payakumbuh saat menjemput sampah ke TPSS, Selasa (4/9). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat Kampai)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Diberlakukannya Peraturan ( Perda ) Nomor 4 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesadaran warga di kota tersebut untuk bisa membuang sampah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Salah satu yang diatur dalam Perda adalah terkait waktu pembuangan sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) yang ditetapkan jamnya dari pukul 18.00 WIB sampai besoknya pukul 06.00 WIB. Dalam Perda tersebut dijelaskan, bagi setiap orang yang  melanggar akan dikenakan denda sebesar Rp50 juta.

baca juga: Besok, Pasar Ternak Payakumbuh Kembali Dibuka

Sampai saat ini, pemberlakuan sanksi masih dalam tahap sosialisasi, sehingga bagi yang ketahuan melanggar baru dilakukan tindakan persuasif. Untuk memastikan Perda tersebut berjalan dengan semestinya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh tetap melakukan pengawasan di beberapa titik yang dinilai rawan.

"Dari 11 titik yang kami nilai cukup rawan dilakukan pembuangan sampah sembarangan dan juga pembuangan sampah di luar waktu yang sudah diatur, kami sudah menempatkan petugas di delapan titik tersebut. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi warga yang masih belum menjalankan isi Perda ," kata Kasat Pol PP Kota Payakumbuh , Devitra kepada KLIKPOSITIF , Selasa (4/9).

baca juga: Camat Latina: Penerima Bansos Pemko Payakumbuh Harus Tepat Sasaran

Beberapa lokasi yang sudah dilakukan pengawasan dengan menempatkan petugas Satpol PP tersebut yakni, di depan kantor PDAM Kota Payakumbuh , di dekat SDN 66 Payakumbuh Utara, di Lunang Kelurahan Ibuh Kecamatan Payakumbuh Barta, Simpang Kasda, di Jalan Laksitarda dan Simpang Napar.

Diakui Devitra, meski di beberapa titik tersebut sudah diawasi petugas, tapi masih ada juga warga yang main kucing-kucingan degan petugas yang di lapangan.

baca juga: Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Tertibkan Kafe di Payakumbuh

"Kami banyak banyak menemukan warga yang membuang sampah tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan atau tidak pada tempatnya. Karena walau diawasi selama 24 jam, petugas juga kadang harus meninggalkan lokasi untuk salat, makan siang ataupun kegiatan lainnya," jelas Devitra.

Sejauh ini, penindakan yang dilakukan untuk pelanggar Perda tersebut adalah penindakan secara persuasif dan petugas yang di lapangan selalu mengingatkan warga untuk membuang sampah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

baca juga: PSBB Jilid III, Camat Payakumbuh Selatan Siap Disiplinkan Warga di 6 Kelurahan

"Kami juga sadar untuk bisa merubah perilaku warga butuh waktu, tidak bisa dalam waktu sesaat. Tapi, dengan adanya Perda ini tentu diharapkan perubahan perilaku tersebut bisa lebih cepat," pungkasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Agusmanto