Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumbar Pasok 500 Ton Beras untuk Tiga Kota

"Tiga kota yang mendapat pasokan beras ini adalah Padang, Bukittinggi dan Solok."
Beras b\Bulog untuk tiga kota di Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumatera Barat mengelontorkan 500 ton beras jenis medium untuk tiga kota. Hal itu dilakukan sebab bulan September merupakan musim pencaklik di daerah Jawa dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi harga, termasuk di Sumbar. Tiga kota yang mendapat pasokan beras ini adalah Padang, Bukittinggi dan Solok.

"Kegiatan ini serentak dilakukan di Seluruh Indonesia," ujar Kadivre Bulog Sumbar, Suharto Djabar, saat melepas mobil pengakut beras ke lapangan, Selasa, 4 September 2O18.

Dia mengatakan untuk Padang beras akan disalurkan ke Pasar Raya Padang, Pasar Siteba, Mitra Distributor, Pasar Lubuk Buaya dan oplet Rumah Pangan Kita (RPK). Selanjutnya Pasar Bawah di Bukittinggi dan Pasar Modern Solok.

"Harga dari bulog Rp 8. 600 perkilogram sementara harga jual dipasar tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450. Artinya pedagang jual dibawah HET," katanya.

Terkait harga jual beras medium yang digelontorkan, Bulog mengaku mempersiapkan tim pengawas di lapangan untuk mengawasi dan memantau harga. Selain itu Bulog juga menerima laporan dari masyarakat jika ada yang menjual beras itu melebih HET.

Suharto menjamin ketersediaan beras hingga akhir tahun 2018 aman sebab Bulog memiliki stok 20 ribu ton. "Sepuluh bulan kedepan stok beras kita aman artinya harga aman dan terkendali," ulasnya.

Stok beras tersebut berasal dari beras lokal dan impor dari Thailand dan Vietnam. "Untuk impor 10 ribu ton. Kemarin sudah mendarat 7,5 ribu ton," katanya.

Joni Abdul Kasir