Dosen ISI Padangpanjang Dikerahkan Guna Garap Seremonial Porprov XV

"keterlibatan ini dipayungi oleh Memorandum Of Understanding yang jauh hari pernah disepakati antara Pemkab Padang Pariaman dengan ISI Padangpanjang"
Kunjungan perdana tim ISI Padangpanjang dalam persiapan Porprov ke XV Padang Pariaman (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Para maestro seni Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang beroleh kesempatan untuk unjuk kemampuan dalam memeriahkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke XV yang akan dilaksanakan di pada 16 sampai 25 November 2018. Keterlibatan tim ISI Padangpanjang berkaitan dengan seremonial pembukaan dan penutupan.

Juru bicara tim, Susandra Jaya mengatakan, keterlibatan ini dipayungi oleh Memorandum Of Understanding yang jauh hari pernah disepakati antara Pemkab Padang Pariaman dengan ISI Padangpanjang.

“Kami sangat bersyukur dipercaya menjadi tim yang akan menangani pembukaan dan penutupan Porprov. Ketika diberi kabar pertama kali, saya langsung mengkoordinir sejumlah dosen yang berasal dari Padangpariaman untuk turut membantu, termasuk dosen senior yang kapasitasnya tidak kita ragukan lagi,” ungkapnya, Selasa 4 September 2018.

Tim yang terdiri dari Susandra Jaya SKar MSn, Dr Erlinda, Zulkifli SKar MSn, Sharul N Ss MHum, Hendriko Alamo SSn MSn, Muhammad Fadhli SSn MSn dan Dedi Darmadi SSn, kini telah sampai pada tahap realisasi konsep melalui latihan-latihan yang akan dilaksanakan secara intensif.

“Pada dasarnya garapan kita untuk pembukaan nanti berupaya untuk mengangkat segala kekayaan kesenian dan kebudayaan lokal Piaman. Jadi, nanti akan ada sebuah sendratari kolosal yang berangkat dari Epos Anggun Nan Tongga. Di dalamnya akan diselipkan berbagai bentuk tarian dan musik seperti indang dan tambua tasa,” katanya.

Untuk mendukung konsep besar ini, juga akan digarap tata artistic yang mencerminkan suasana perkampungan Piaman tempo dulu.

Konseptor artistic, Dr Sahrul mengatakan, konsep perkampungan tersebut didukung dengan pembangunan pondok-pondok bambu, lapau-lapau bahkan kawasan pertanian.

“Semua tentu kita tata seefektif mungkin agar sesuai dengan pertunjukan inti Anggun Nan Tongga,” sebutnya.

Suasana tradisional akan ... Baca halaman selanjutnya