Pabrik Miras Ilegal di Padang Ternyata Telah Beroperasi Selama 3 Tahun

"Minuman keras di pabrik itu diproduksi oleh sepasang suami istri"
Sejumlah minuman keras yang diduga ilegal hasil sitaan Polda Sumbar dari sebuah pabrik di Padang (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menggerebek satu pabrik minuman keras (miras) ilegal di kawasan pusat Kota Padang, Selasa 4 September 2018 lalu.

Baca Juga: Polda Sumbar Grebek Pabrik Miras Ilegal di Padang

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, terungkap bahwa pabrik penghasil minuman keras yang tidak memiliki tanda Bea Cukai itu ternyata telah beroperasi selama 3 tahun.

"Dari keterangan tersangka, mereka telah beroperasi sejak dua hingga tiga tahun yang lalu," kata Direskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Margianta, Kamis 6 September 2018.

Margianta menjelaskan, minuman keras di pabrik itu diproduksi oleh sepasang suami istri yang diketahui berinisial S (47) dan LA (46).

"Mereka mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari pembuatan minuman keras. Terhitung keuntungan yang diraup mencapai puluhan juta rupiah," sebut dia.

Terkait penjualannya sendiri, pasar minuman keras yang diproduksi oleh kedua tersangka dijual di pasaran Kota Padang, Bukittinggi, Solok dan beberapa daerah lainnya.

Dengan kawasan penjualan yang cukup luas, pihak Polda Sumbar lantas akan melakukan pengembangan untuk menghentikan peredaran minuman keras ilegal tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan Polres jajaran untuk melaksanakan razia di lokasi-lokasi penjualan miras palsu ini," pungkasnya kemudian.

[Halbert Chaniago]