Mesin Mati di Tengah Laut, Dua Nelayan Mentawai Terseret Arus

"jarak kapal tersebut diperkirakan sejauh 10 Nanometer dari dermaga Pulau Tuapejat yang merupakan lokasi pos SAR"
Tim SAR melakukan pencarian terhadap dua nelayan Mentawai yang dilaporkan terseret arus. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dua orang nelayan di Mentawai dilaporkan hanyut terseret arus laut karena mesin kapal yang mereka naiki mati tiba-tiba saat berada di daerah Barat Daya Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai, Minggu 9 September 2018.

Kepala Basarnas Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada kecelakaan kapal di lokasi tersebut. "Awalnya kami mendapatkan informasi bahwa ada kecelakaan kapal pada koordinat 02*03'30" - 099*26'00" E dan kami langsung menuju lokasi tersebut," ujarnya saat dihubungi Klikpositif.com.

Dia mengatakan, jarak kapal tersebut diperkirakan sejauh 10 Nanometer dari dermaga Pulau Tuapejat yang merupakan lokasi pos SAR. "Kami membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk menuju lokasi tersebut dan kami menemukan kapal yang dikabarkan kecelakaan itu," lanjutnya.

Setelah pihaknya menemui dua orang nelayan itu, dari pengakuan korban kapal yang dikendarai tersebut tiba-tiba mati dan ia tidak bisa mengendalikan arah kapal tersebut. "Kami menemukan korban atas nama Kecil (40) dan Khairul Asmi (35) yang pergi melaut sejak pagi tadi," sambungnya.

Setelah menemukan korban, pihaknya lanngsung melakukan evakuasi selama kurang lebih satu jam 50 menit dan kedua korban dibawa ke Pulau Tuapejat dengan selamat. "Korban telah kami evakuasi dan telah kami serahkan kepada keluarganya dan saat ini telah berada di rumahnya masing-masing," tutupnya.

[Halbert Caniago]