Mencium Kaki Ibunda: Kisah Mardi Ketuk Pintu Langit untuk Jadi Petugas Haji

"Salah satu petugas haji 2018 dari Aceh, Mardi Manik, mengaku belum pernah membaca kisah Uwais Al-Qarni ini. Tapi, kegigihannya dalam ‘’mengetuk pintu langit’’ untuk sekadar bisa lulus tes menjadi petugas haji tahun ini mengingatkan setiap orang pada kisah Uwais Al-Qarni dari Qaran itu"
Mardi sigap gendong jemaah lanjut usia (Facebook)

KLIKPOSITIF -- Jika Anda menginginkan sesuatu tapi pesaing Anda puluhan ribu orang, ketuklah pintu langit dengan tindakan ekstrem. Uwais Al-Qarni dari Qaran, Yaman, pernah melakukannya lebih dari 1400 tahun lalu. Dia menggendong ibunya yang lumpuh dan buta dari Yaman menuju Makkah untuk memenuhi keinginan ibunya melaksanakan ibadah haji. Tindakannya menggegerkan bertriliun malaikat di Arsy!

Kendati belum pernah bertemu dengan Uwais Al-Qarni, Rasulullah Muhammad SAW memberi amanat kepada Umar dan Ali radiyallahu anhumaa agar mencari pemuda Yaman ini. Rasulullah tahu dari Jibril bahwa karena ketaatannya pada sang ibu, Uwais Al-Qarni tidak lagi dianggap makhluk bumi, melainkan makhluk langit.

Beberapa tahun setelah Nabi wafat, Umar yang saat itu telah menjadi khalifah teringat amanat Nabi. Ia bergegas pergi dari Madinah menuju Makkah hanya untuk mencari Uwais Al-Qarni. Setelah bersusah payah mencari, Umar akhirnya berhasil menemukan Uwais Al-Qurni di Makkah justru dari bekas penyakit kusta yang dideritanya. Itulah satu-satunya petunjuk yang diberikan Nabi kepada Umar dan Ali untuk menemukan penduduk surga yang berjalan di muka bumi itu.

Salah satu petugas haji 2018 dari Aceh, Mardi Manik, mengaku belum pernah membaca kisah Uwais Al-Qarni ini. Tapi, kegigihannya dalam ‘’mengetuk pintu langit’’ untuk sekadar bisa lulus tes menjadi petugas haji tahun ini mengingatkan setiap orang pada kisah Uwais Al-Qarni dari Qaran itu. Mari ikuti kisah Mardi berikut ini untuk mengetahui mengapa setelah tiga kali gagal tes, baru di tes keempat untuk jadi petugas haji tahun 2018 ini akhirnya dia lulus:

Mardi adalah satu dari total 4.756 petugas haji gabungan petugas dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Sudah sejak tahun 2000, lelaki kelahiran 1978 ini bermimpi bisa berdoa di depan Kabah. Saat itu dia masih menjadi pegawai honorer Kementerian Agama dengan gaji Rp 150.000 dan merangkap jadi marbot ... Baca halaman selanjutnya