Indonesia Imbau Pengurangan Sampah Plastik Global

"Indonesia secara konsisten mendukung pembahasan isu sampah plastik di laut pada berbagai forum global, termasuk Konvensi Basel, dengan harapan memperoleh dukungan peningkatan keahlian dan kapasitas kelembagaan nasional"
Perwakilan Indonesia (Kemenlu)

KLIKPOSITIF -- Atas prakarsa Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya (PTRI) Jenewa, Indonesia bersama Swiss, Norwegia, Prancis, Inggris, Uruguay dan Kolombia, menyuarakan perlunya aksi global mengurangi limbah plastik, terutama di ekosistem laut dengan menyelenggarakan High-Level Event on Marine Plastic Litter and Microplastics di Markas Besar PBB Jenewa, Swiss (4/9) lalu.

Dalam diskusi tersebut, Indonesia diwakili Dr. Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Acara diskusi yang diikuti para delegasi OEWG dan Perwakilan Tetap berbagai negara dengan dibuka Direktur Eksekutif Konvensi Basel, Rolph Payet dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran global perlunya tindakan kolektif dalam mengatasi sampah plastik laut.

Dalam presentasinya, Dr. Novrizal menyampaikan kebijakan dan strategi pengurangan sampah plastik laut sebesar 30% pada 2025. Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa program nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik.

“Indonesia secara konsisten mendukung pembahasan isu sampah plastik di laut pada berbagai forum global, termasuk Konvensi Basel, dengan harapan memperoleh dukungan peningkatan keahlian dan kapasitas kelembagaan nasional. Dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia, laut dan sumber daya hayati serta non hayati di dalamnya adalah kekayaan penting bangsa Indonesia yang harus terus kita jaga," ujar Hasan Kleib, Wakil Tetap RI di Jenewa.

Bertambahnya volume sampah plastik menjadi masalah yang perlu ditangani serius. Sea Education Association memperkirakan bahwa sejak 1950 telah diproduksi 8.3 miliar ton plastik. Plastik memiliki efek samping yang besar bagi lingkungan karena sulit terurai akibat panjangnya rantai karbon. Pencemaran plastik dikhawatirkan mengganggu ekosistem dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Tidak hanya di tanah, ... Baca halaman selanjutnya