Dies Natalis ke-62, Universitas Andalas Fokus Promosikan Rumah Sakit

"Rumah Sakit Unand tidak hanya untuk lingkungan Unand semata, tapi untuk semua masyarakat Sumbar"
Rektor Universitas Andalas Padang, Prof Tafdil Husni (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Memperingati Hari Jadi Universitas Andalas (Unand) ke 62, berbagai kegiatan dilaksanakan oleh pihak kampus, mulai dari kegiatan bersifat akademik, sosial hingga hiburan. Kegiatan ini telah dilangsungkan sejak 4 September hingga 15 September 2018 mendatang.

Rektor Universitas Andalas Padang, Prof Tafdil Husni mengatakan, Dies Natalis ke 62 lebih difokuskan untuk mempromosikan Rumah Sakit Unand yang telah berjalan 2 tahun belakangan ini.

Dijelaskannya, ratusan penderita bibir sumbing dan katarak telah melakukan operasi gratis pada Senin (10/9) di rumah sakit Unand, sehingga diharapkan tidak ada lagi pandangan Rumah Sakit Unand hanya untuk lingkungan Unand semata.

Selain itu, dengan prestasi Unand saat ini, dalam dies natalis juga banyak mengangkat kegiatan bertaraf internasional. Hal itu bermaksud agar Unand Go Internasional. Salah satu caranya dengan memperbanyak kerjasama internasional dan mengadakan seminar internasional.

"Prestasi kita cukup bagus ini berkat kerja keras bersama. Kami saat ini tengah berusaha untuk sertifikasi dan penilaian internasional, bagaimana kampus ini menjadi diperhitungan di dunia Internasional," tutur Tafdil Husni kepada awak media, Rabu 12 September 2018.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. James Hellyward menambahkan, dies natalis juga sebagai ajang membangun silaturahmi antara mahasiswa, dosen dan pimpinan kampus.

"Hari ini kami ada acara 'Unand Bersyukur'. Besok sidang terbuka, juga akan ada lomba badminton, jalan santai dan seminar dengan pemateri Prof Saldi Isra," beber Dekan Fakultas Peternakan tersebut.

Rangkaian kegiatan dalam Dies Natalis ini diikuti oleh masyarakat dan mahasiswa serta seluruh komponen Unand. "Semua terlibat, seperti peserta bibir sumbing dan katarak ada yang dari Jambi dan berbagai daerah," tukasnya.

[Joni Abdul Kasir]