Tahun Ini, Solok Selatan Kembali Masuk Rute Tour de Singkarak

"Keputusan keikutsertaan berubah setelah dirinya meminta Pemkab Solsel mempertimbangkan kembali keputusan tersebut"
Pembalap asal Cina merayakan kemenangannya sebagai juara Tour de Singkarak yang finish di Kabupaten Solok Selatan tahun 2017 lalu (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kabupaten Solok Selatan kembali masuk dalam rute Tour de Singkarak tahun 2018 ini, setelah sebelumnya pemerintah kabupaten itu menyatakan tidak ikut dalam rute karena permasalahan anggaran.

Kepastian Solok Selatan kembali masuk rute balap sepeda ajang Internasional tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Ia mengatakan, keputusan keikutsertaan berubah setelah dirinya meminta Pemkab Solsel mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Awalnya mereka memang menyatakan tidak ikut, namun saya minta pikir lagi dan akhirnya mereka ikut dan bupati sudah menyatakan ikut," kata Nasrul Abit, Kamis, 13 September 2018 di Padang.

Lantas, dengan ikutnya Solok Selatan otomatis ada perubahan rute dalam iven TdS nantinya. Jika tadinya sampai Danau Diatas dan Danau Dibawah, maka dengan putusan tersebut, balapan akan sampai ke Solok Selatan.

"Jelas ada perubahan, tapi persiapan kan belum finish. Rute akan kami susun kembali," ujar mantan Bupati Pesisir Selatan itu.

Sejauh ini menurut dia, untuk rute sementara setelah masuknya Solok Selatan adalah Bukitringgi-Sijunjung, Sawahlunto-Dharmasraya, Singkarak-Tanah Datar, Padang-Agam, Limapuluh Kota-Pasaman, Solok-Payakumbuh, Padang Panjang-Solsel dan Pessel-Pariaman.

Nasrul Abit menambahkan dengan ikutnya Solsel membuat Pemprov Sumbar memiliki alasan kuat untuk memperbaiki jalan penghubung antara Solok Selatan ke Sungai Penuh, Provinsi Jambi yang rencananya akan ikut serta dalam iven TdS tahun 2019 mendatang.

"ikutnya Solsel menjadi alasan kuat ke pusat untuk perbaikan jalan ke arah Kerinci," tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian menilai dengan bergabungnya Solok Selatan menjadikan 16 Kabupaten dan kota yang terlibat. Sementara Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat dan Padang Pariaman dinyatakan absen.

"Mentawai memang dari awal tidak terlibat, akan tetapi sebagian ... Baca halaman selanjutnya