Pemko Bukittinggi Bongkar Bangunan Liar di Pasar Ateh Bukittinggi

Sejumlah petugas membongkar bangunan liar di Pasar Ateh Bukittinggi
Sejumlah petugas membongkar bangunan liar di Pasar Ateh Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Bukittinggi membongkar puluhan bangunan liar di Los Kumango Belakang Pasa, kawasan Pasar Ateh . Selasa 18 September 2018.

Total ada sebanyak 49 bangunan semi permanen dengan ukuran per-unit sekitar 3x3 meter dibongkar di kawasan tersebut dengan pengamanan Pihak Kepolisian dan Satpol PP maupun dari TNI, eksekusi berjalan cukup lancar.

Tampak, bangunan tidak dibongkar dengan alat berat, tapi tampak dilakukan secara manual sebab lokasinya berdampingan dengan Pasar Penampungan Pasar Ateh dan Pemko Bukittinggi pun menganggap jika lahan tersebut milik Negara.

Baca Juga

Informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF , bangunan ini didirikan oleh beberapa warga yang mengaku pemilik lahan pada Bulan Ramadhan lalu.

"Aturan daerah harus kita tegakkan, kita sudah lakukan negosiasi dan beri kesempatan membongkar sendiri," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Sayangnya, Ramlan menyebut tak ada itikad dari pedagang untuk membongkar sendiri bangunan itu sehingga pihaknya mesti membongkar.

Sebelum Pemko melakukan pembongkaran, para pemilik lahan yang tak terima, menempel pamplet berisi foto maupun kata-kata yang bermakna jika areal tersebut merupakan milik warga berikut sertifikat hak guna bangunannya pun turut dipajang di pamlet itu.

Mukhlis, salah satu yang mengaku pemilik lahan mengatakan, dahulunya kawasan itu merupakan bangunan bergaya lama yang difungsikan sebagai pertokoan.

"Tahun 2007, terjadi gempa. Bangunan ini rusak dan dianggap mengancam keselamatan jika ditempati. Akhirnya Pemerintah meruntuhkannya dan berjanji membangun kembali, namun itu tak terwujud hingga saat ini," jelasnya.

Pasca kebakaran Pasar Ateh akhir 2017 lalu, para pemilik lahan berinisiatif membangun kios semi permanen di lokasi itu dan terwujud pada bulan puasa lalu.

"Biaya saya bangun sepetak toko timbal-balik sebesar 60 juta, sekarang lenyap tanpa pernah saya huni untuk berdagang," pungkasnya kemudian.

Pantauan KLIKPOSITIF , proses pembongkaran yang melibatkan sejumlah orang tersebut berlangsung hingga sore hari. Tidak ada perlawanan yang berarti dari pedagang setempat.

[Hatta Rizal]

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com