Dishub Sumbar Ungkap Penyebab Kecelakaan yang Melibatkan Kereta Api

Walaupun Sudah dipasang plang, pengendara tetap menerobos di Perlintasan Tabing Kota Padang
Walaupun Sudah dipasang plang, pengendara tetap menerobos di Perlintasan Tabing Kota Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, sejak 2016 hingga sekarang, sudah 35 kecelakaan melibatkan kereta api. Sebanyak 27 kejadian diantaranya melibatkan roda empat dan merenggut 8 nyawa.

Menurutnya, hal itu disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat akan keselamatan. Penyebab lain adalah perlintasan liar di sepanjang jalur kereta api di Sumbar.

Dijelaskannya, terdapat 173 sebidang perlintasan kereta api di Sumbar. Namun dari jumlah itu, hanya 43 perlintasan yang legal, sisanya liar. Perlintasan liar tersebut dibuat atau diciptakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Walaupun sudah ditutup oleh PT KAI dengan pagar pengaman, namun tetap saja di buka.

Baca Juga

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencarikan solusi agar tidak terjadi kecelakaan," kata Heri saat ditemui di ruang kerjanya , Rabu 19 September 2018.

Untuk membangun jalan kolektor pada perlintasan sebidang jalur kereta api, Dishub akan akan melakukan duduk bersama ketua RT/RW dan masyarakat untuk membicarakan hal itu.

"Apalagi sejak peningkatan perjalanan dari 8 kali perhari, kini naik menjadi 20 kali perhari. Tentu resiko kecelakaan akan semakin besar, maka kita sadarkan masyarakat," ucapnya.

Diakuinya, selain sosialisasi, Dinas Perhubungan juga berkoodinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Barat Sumatera, agar dapat menertibkan perlintasan sebidang yang ilegal.

Sejalan dengan itu, Dinas Perhubungan Sumbar juga akan mendukung beroperasinya kereta api jadi moda tranportasi alternatif masyarakat, karena selama ini di Kota Padang, kereta api belum menjadi moda transportasi yang diminati.

"Nanti kereta api akan aktif sampai Pulau Air, Sebarang Padang. Dengan itu, dapat menjadi pilihan," tambahnya.

Menurutnya, jumlah kendaraan di Kota Padang saat ini cukup padat. Tercatat ada 395 ribu kendaraan roda empat dari jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa. Sementara pertumbuhan ruas jalan tidak banyak.

"Kereta api bisa mengurai kemacetan, maka itu tetap menjadi pilihan alternatif moda transportasi di Sumbar khususnya Kota Padang," tukas Heri.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R | Editor: -