Pemeliharaan Irigasi, Langkah Pemerintah Mendukung Ketahanan Pangan

Direktur Jendral Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat Rifda Suriani
Direktur Jendral Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat Rifda Suriani (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktur Jendral Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati menjelaskan pemeliharaan infrastruktur irigasi merupakan langkah pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Menurutnya, bagaimana ketahanan pangan atau swasembada pangan tercapai jika infrastruktur pendukung rusak. Untuk itu dalam pertemuan operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air wilayah Barat, yang diikuti 17 provinsi di Indonesia yang berasal dari Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali, akan dibahas persoalan tersebut.

baca juga: PSBB Jilid III, Camat Payakumbuh Selatan Siap Disiplinkan Warga di 6 Kelurahan

“Perlu dicari solusi bersama tentang kondisi OP sumber daya air untuk wilayah Barat ini. Penting sekali adanya pemeliharaan irigasi , karena setelah fisik sudah dibangun, dan tidak dipelihara, maka tidak akan berfungsi sebagai lifetime yang diprediksikan,” ungkapnya, Selasa 18 September 2018 malam kemarin.

Tidak hanya itu, Dia menyebut acara itu juga akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan irigasi .

baca juga: Perpanjang PSBB, Pemkab Pasbar Persiapkan Hal Ini

" Irigasi ini kaitannya erat dengan ketahanan pangan. Kami ingin dapatkan progres dan informasi dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air di daerah. Dari hasil evaluasi banyak yang statusnya masih belum bagus. Makanya kami ingin dapatkan masukan dan informasi apa kendalanya, apakah soal dana ngga ada. Atau dana ada tapi SDM kurang, atau seperti apa," katanya.

Menurutnya, dari pertemuan tersebut nantinya akan dirangkum sejumlah persoalan yang disampaikan dari 17 provinsi yang hadir tersebut, dan ditindaklanjuti dengan evaluasi di tingkat pemerintah pusat. Untuk itu, melalui pertemuan tersebut, juga akan ada penghargaan kepada daerah yang lakukan OP sangat bagus, OP mantap, ideal, dan prima. Penghargaan itu sebagai motivasi untuk meningkatkan upaya pemeliharaan terhadap Sumber Daya Air.

baca juga: PSBB Tahap III Diberlakukan, Pemkab Pasbar Mulai Sosialisasikan New Normal

Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan pertemuan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air itu sangat penting bagi daerah Sumatera Barat. Hal ini mengingat, Sumatera Barat yang disebut agraris karena banyak sungai dan bahkan jumlahnya mencapai ribuan. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sunatera Barat punya persoalan di bidang sumber daya air, yang terkait dengan pangan dan energi.

"Di Sumbar ini dari 19 kabupaten dan kota itu ada ribuan sungai, hutan lebat, dan dari kondisi itu daerah Sumatera Barat mempunyai persoalan yang berdampak kepada ketahanan pangan, air dan energi. Dengan memililki ribuan sungai itu, Sumatera Barat juga menjadi daerah yang rawan bencana banjir. Untuk menuntaskan persoalan tersebut, dibutuhkan dana. Jadi dengan adanya pertemuan ini, persoalan anggaran bisa disampaikan langsung ke kementerian," ujarnya.

baca juga: Pemko Padang klaim Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Klaster Pengambiran

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat Rifda Suriani mengatakan sejauh ini Sumbar memang sering dilanda banjir, persoalannya adalah irigasi . Sehingga cukup banyak dibutuhkan perbaikan irigasi , hanya saja tekendala anggaran. Begitu juga dengan pemeliharaan, juga tidak dimaksimalkan.

"Semoga ada solusi yang didapatkan sebagai dasar kebijakan bagi pemerintah terhadap daerah rawan bencana, untuk menyelesaikan persoalan yang ada," jelasnya.

Menurutnya, jika irigasi yang ada saat ini berjalan lancar, maka akan beriringan dengan berdampak positif terhadap pertanian dan secara tidak langsung akan membuat perekonomian Sumatera Barat jadi membaik. Hal ini dikarenakan dari 50 persen penduduk di Sumatera Barat merupakan petani.

 [Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R